Memahami Biaya Komitmen Formula E Jakarta yang Diselidiki KPK

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 12:28 WIB
Jadwal Formula E Jakarta
Jakarta resmi jadi tuan rumah gelaran Formula E 2022 (Dok. Formula E)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pada 19 September 2021 pernah menjawab soal perbedaan biaya komitmen Formula E Jakarta yang disetorkan Jakarta dengan kota lain di dunia. Riza menyebut perbedaan biaya komitmen di setiap benua sesuai dengan ketentuan penyelenggara.

"Ada perbedaan commitment fee antara Asia dan Eropa. Kita ikuti ketentuan yang ada dari Formula E," kata Riza kepada wartawan.

Alberto Longo: Jakarta Tak Bayar Lebih

Sementara itu, co-founder Formula E, Alberto Longo, mengungkapkan biaya sekali balap Formula E. Alberto menjelaskan dalam satu kali balapan membutuhkan biaya sekitar USD 25 juta.

"Jadi untuk satu balapan satu kali itu biayanya sekitar 25 juta dolar dan ini tidak termasuk juga investasi seperti jalanan dan juga materi untuk jalur, track-nya," kata Alberto di Black Stone, Jakarta Pusat, Rabu (24/11).

Walaupun seluruh biaya pengadaan formula E tidak dapat dibuka, Alberto meyakinkan Jakarta tidak membayar lebih dari yang dibayarkan oleh kota-kota lain.

"Fee-nya itu tidak bisa dibuka karena itu bersifat rahasia, tetapi saya bisa yakinkan bahwa Jakarta tidak membayar lebih dari yang dibayarkan oleh kota-kota lain," jelas Alberto

"Kita paham bahwa Formula E adalah kejuaraan dunia dan ini harganya sangat mahal," sambungnya.

Di sisi lain, mantan pimpinan KPK yang juga anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta, Bambang Widjojanto (BW), ikut bersuara. Menurutnya, penyelidikan KPK soal biaya komitmen Formula E tidak masalah.

"Kalau merujuk pada penjelasannya Pak Alberto (Co-Founder Formula E Operation) nggak ada masalah dengan itu, nggak ada masalah sama sekali. Nanti kita juga membuka peluang kepada teman-teman di KPK, ngomong langsung dengan organizing committee-nya," kata BW kepada wartawan di KPK, Senin (29/11).

BW menyebut hal itu sebelumnya sudah sempat dijelaskan Alberto Longo selaku FEO. Menambahkan, Dirut JakPro Widi Amanasto mengatakan Alberto siap menjelaskan serta transparansi terkait penyelenggaraan Formula E.

"Mungkin diluruskan bukan organizing committee tapi Presiden FEO, dia siap untuk menjelaskan. Jadi nanti dia akan klarifikasi dan transparan," ujar Widi.

Bawa 1.000 Halaman Dokumen

Kedatangan BW bersama Widi sendiri ke KPK terkait penyerahan dokumen. BW menyebut ada 1.000 halaman lebih yang dibawa.

"Dokumen-dokumennya misalnya ini, dokumen-dokumennya BPK, kan itu penting yang juga harus diserahkan. Terus ada beberapa dokumen yang kita nggak bisa ngomong di sini yang diminta oleh KPK, nah itu kita serahin juga. Prinsipnya kita mau government, kita mau buka, mau kita kasih semua kepada penegak hukum yang memang melakukan ini. Jadi, mau membantu teman-teman di KPK, karena kita mau membuat era baru nih, dokumen-dokumen yang diperlukan kan harus dibantu," ucap BW.

"Sekarang malahan 1.000 halaman yang kita lengkapi," imbuhnya.

Widi menegaskan pihaknya ingin membantu KPK agar urusan ini menjadi terang benderang. Dia meyakinkan bila tak ada yang ditutupi.

"Kami kan insyaallah memberikan yang dihendaki, terus kemudian menjelaskan memang kalau ada pertanyaan, jadi tugas kita itu. Prinsipnya mau membantu, kedua ingin bikin governance, terus tiga mengubah pola komunikasi kita. Jadi kalau daripada ditanya lebih bagus, apa ini, jadi kalau ke sini lebih pada pendalaman. Semua bahan kita buka, karena memang tidak ada yang ingin ditutup-tutupi," ucapnya.


(dhn/tor)