10 Fakta Bentrok Brimob Vs Kopassus di Papua Gegara Rokok

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 07:39 WIB
Anggota Kopassus dan Brimob yang terlibat bentrok gegara rokok di Papua berdamai (Dok. Polda Papua)
Foto: Anggota Kopassus dan Brimob yang terlibat bentrok gegara rokok di Papua berdamai (Dok. Polda Papua)
Jakarta -

Personel TNI dari Satgas Nanggala Kopassus terlibat bentrokan dengan personel Polri yang tergabung dalam Satgas Amole (Brimob) di Kabupaten Mimika, Papua. Insiden tersebut dipicu karena kesalahpahaman mengenai urusan rokok, kedua pihak pun diberi tindakan disiplin oleh tiap instansi.

Bentrokan itu terjadi pada hari Sabtu, 27 November 2021 di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72, di depan Mess Hall, Timika, Papua. Berikut ini sejumlah fakta terkait bentrokan tersebut.

1. Insiden Dipicu Rokok

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengungkap insiden tersebut dipicu karena urusan rokok.

"Pada hari Sabtu, tanggal 27 November 2021, bertempat di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72 tepat di depan Mess Hall, Timika, Papua, telah terjadi kasus kesalahpahaman antara personil Satgas Nanggala Kopassus dengan Satgas Amole," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal saat dimintai konfirmasi, Senin (29/11/2021).

Kamal mengungkapkan bentrokan itu terjadi karena rokok. Awalnya, ada enam anggota Satgas Amole Kompi 3 yang sedang berjualan rokok di sekitar pos.

Kemudian, sekitar 20 personel Kopassus datang dengan maksud membeli rokok yang mereka jual. Namun anggota Kopassus komplain mengenai harga rokok itu.

"Kesalahpahaman tersebut berawal dari enam personel Satgas Amole Kompi 3 yang berada di Pos RCTU Ridge Camp Mile 72 yang sedang berjualan rokok. Selanjutnya, tiba personel Nanggala Kopassus sebanyak 20 orang membeli rokok dan komplain mengenai harga rokok yang dijual personel Amole Kompi 3 Penugasan," tuturnya.


2. Libatkan Benda Tumpul dan Tajam

Kamal menjelaskan, anggota Kopassus melakukan pengeroyokan terhadap enam anggota Brimob tersebut. Mereka menggunakan benda tumpul dan tajam dalam pengeroyokan.

"Selanjutnya, pengeroyokan dengan menggunakan benda tumpul dan tajam terhadap enam personel Amole Kompi 3 Penugasan," ucap Kamal.

Kamal menyatakan bentrokan itu hanya kesalahpahaman. Menurutnya, kedua belah pihak telah berdamai.

Simak video 'Proses Hukum Bagi Oknum TNI AD-Polri yang Ribut Gegara Rokok di Papua':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya halaman berikutnya.