Gerindra Yakin Anies Maafkan Buruh soal 'Jangan Jadi Gubernur Bencong'

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 07:21 WIB
Sekretaris Komisi D DPRD DKI, politikus Partai Gerindra Jakarta Syarif.
Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Syarif (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Massa buruh berdemo di Balai Kota DKI Jakarta meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak menjadi bencong dan berani membatalkan penetapan UMP 2022. Partai Gerindra DKI Jakarta menilai ucapan buruh menggunakan diksi 'bencong' tak disengaja.

"Soal menyinggung Pak Anies 'jangan jadi gubernur bencong', mungkin mereka 'keceplosan' akibat situasi dinamis saat unjuk rasa," kata Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Syarif kepada wartawan, Senin (29/11/2021) malam.

Situasi unjuk rasa yang kurang kondusif dimaklumi Syarif sehingga buruh menggunakan diksi 'bencong'. Meski demikian, Syarif mengapresiasi demo yang berjalan damai.

"Saya sangat memahami aspirasi kawan-kawan buruh, dan ketika unjuk rasa situasinya kadang tidak terkendali. Tapi saya apresiasi situasi damai bisa terjaga," ujarnya.

Buruh yang menyinggung Anies agar tak menjadi bencong menurut Syarif justru menjadi pelecut seluruh pihak. Syarif yakin Anies memaafkan ucapan buruh yang menggunakan sebutan bencong.

"Saya sangat memaklumi, dan Pak Anies juga saya pastikan akan memaafkan. Semangat pernyataan itu adalah mendorong Pak Anies dapat memberikan solusi, semoga ada win-win solution, antara buruh, Pemprov, dan kalangan pengusaha," imbuhnya.

Massa buruh sebelumnya meminta Anies Baswedan berani membatalkan penetapan UMP 2022. Buruh berharap Anies tak jadi gubernur penakut.

Simak juga video 'Anies Temui Buruh: Saya Terbiasa Selesaikan Masalah':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: