Kata Wagub soal Aset Negara di Jakarta Akan Dipakai Danai Ibu Kota Baru

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 17:38 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/9/2021).
Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Karin/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ikut angkat bicara perihal rencana pemerintah menggunakan aset negara yang ada di DKI Jakarta untuk membantu pendanaan pembangunan Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur. Apa katanya?

"Soal itu memang belum dibahas, nanti teman-teman bersama DPRD kita akan bahas, kita akan tindaklanjuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat terkait Ibu Kota. Pasti nanti kami Pemprov dan DKI Jakarta akan dilibatkan," kata Riza di Gedung DPRD DKI, Jakarta Senin (29/11/2021).

Riza menuturkan nantinya akan ada koordinasi antara pemerintah pusat dengan Pemprov DKI, juga DPR RI terkait wacana untuk menjual atau menyewakan aset negara di DKI Jakarta. Dia pun meyakini solusi terbaik akan didapatkan.

"(Koordinasi) ya itu kan semuanya nanti bersama-sama pemerintah pusat dengan DPR RI, kami di DKI antara Pemprov DKI bersama-sama kita akan carikan solusi terbaik terkait aset-aset yang ada di DKI," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Barang Milik Negara, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Encep Sudarwan mengungkapkan, pembangunan Ibu Kota baru di Kalimantan Timur akan menggunakan pendanaan dari pemanfaatan aset negara di DKI Jakarta. Hal itu dia katakan dalam acara Bincang Bareng DJKN yang digelar secara virtual, Jumat (26/11/2021).

"Jadi kan begini, kita kan akan pindah ke ibu kota baru. Salah satu pendanaannya itu menggunakan aset yang ada di Jakarta. Kan mau ditinggalkan nih aset yang ada di Jakarta," kata Encep.

"Mungkin nanti Ibu Kota baru juga akan menggunakan aset-aset yang ada," sambungnya.

Dia menjelaskan, nantinya aset yang ada di Jakarta akan dioptimalkan sehingga dapat menyumbangkan dana untuk pembangunan di Ibu Kota baru. Rencana tersebut merupakan rencana jangka panjang dan dia menegaskan, pihaknya tidak terburu-buru dalam mengambil dana dari aset yang ada di Jakarta tersebut.

"Yang di Jakarta ini kan kita mau tinggalkan. Di Jakarta itu sekitar seribuan triliun aset kita, berupa bangunan dan tanah itu ya," ujarnya.

Saat ini, pemerintah tengah memilih dan memilah aset mana saja yang akan dimonetize untuk mendapatkan uang untuk pembangunan ibu kota baru.

"Tapi kita nggak paid sale, kita nggak buru-buru. Kalau BU (Butuh Uang) nanti harganya rendah. Kita juga nggak mau mengganggu market jadi kita akan lihat optimizing-nya seperti apa," pungkas Encep.

Simak video 'Anies Harap Formula E Perkuat DKI Jadi Pusat Ekonomi Jika Ibu Kota Pindah':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/mae)