Koalisi Masyarakat Sipil Nyatakan Jadi 'Auditor Rakyat' di Kasus Bisnis PCR

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 16:26 WIB
Konpers  Koalisi Masyarakat Sipil untuk Demokrasi dan Keadilan
Konpers Koalisi Masyarakat Sipil untuk Demokrasi dan Keadilan (Karin/detikcom)

Penjelasan Luhut

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar telah angkat bicara perihal isu keterlibatannya dalam bisnis PCR. Luhut menyatakan siap mundur jika terbukti menerima duit dari bisnis PCR. Dia menegaskan tak mendapat untung sepeser pun.

Luhut menjelaskan bahwa dia memang memberikan sumbangan uang ke Genomik Solidaritas Indonesia (GSI). Namun dia menyebut bahwa sumbangan itu semata-mata bk untuk mencari keuntungan, melainkan untuk kemanusiaan.

"Kalau ke GSI itu saya naro duit memang, tapi tidak dalam konteks untuk ambil untung," kata Luhut dalam wawancara bersama CNN TV, seperti dilihat, Jumat (12/11).

Luhut juga menyinggung terkait dirinya memberikan sumbangan ke 7 universitas di Tanah Air. Dari sumbangan-sumbangan itu, Luhut mengaku tak sepeser pun mendapat untung.

"Saya nyumbang di 7 universitas, ada di UI, di USU, di UGM, di mana itu, itu nyumbangan dari saya tuh, nggak ada untung, apa yang mau diuntung? Wong saya terlibat ini, untung kita buat Maret-April-Juni tahun lalu, kalau nggak lebih parah lagi kemarin Juli itu," ucapnya.

Guna membuktikan ucapannya bahwa dia tak mengambil untung sedikit pun dari GSI itu, Luhut siap diaudit BPK. Dia memastikan bahwa uang dari GSI itu juga tidak mengalir ke PT Tobako Sejahtera dan pemegang saham lainnya.

"Siap banget (diaudit) dari awal, tidak ada ke kantong saya satu peser. Untuk apa sih wong duit saya dari bisnis saya cukup hidup kok, saya nyumbang karena betul-betul kemanusiaan," tegas Luhut.


(zap/dhn)