Kasus Kerumunan di Aceh, Selebgram Herlin Kenza Divonis Denda Rp 12 Juta

Agus Setyadi - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 14:41 WIB
Keseruan Selebgram Herlin Kenza saat Makan Durian dan Ngopi
Foto: Instagram @herlinkenza
Lhokseumawe -

Selebgram Herlin Kenza divonis denda terkait kasus kerumunan saat mempromosikan toko di Lhokseumawe, Aceh. Vonis terhadap Herlin lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Sidang vonis Herlin digelar di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, Senin (29/11/2021). Herlin diadili secara terpisah dengan pemilik toko Koko Suhada.

"Untuk Herlin Kenza putusannya denda Rp 12 juta, apabila tidak dibayar (diganti) dua bulan penjara," kata Kasi Pidum Kejari Lhokseumawe Kardono saat dimintai konfirmasi detikcom.

Vonis terhadap Herlin lebih ringan dari tuntutan. Jaksa sebelumnya menuntut selebgram tersebut dengan denda Rp 15 juta.

Sementara itu, terdakwa Koko divonis sesuai tuntutan JPU. Dia divonis denda Rp 15 juta.

"Kita menerima putusan tersebut," jelas Kardono.

Sebelumnya, polisi menetapkan Herlin Kenza sebagai tersangka dalam kasus kerumunan saat mempromosikan toko di Lhokseumawe, Aceh. Meski Herlin berstatus tersangka, polisi tidak menahannya.

"Nggak ditahan karena ancaman hukuman cuma 1 tahun," kata Winardy, Senin (26/7).

Menurutnya, penetapan tersangka keduanya dilakukan setelah penyidik Polres Lhokseumawe memeriksa delapan saksi. Mereka yang diperiksa termasuk ahli dari Satgas Penanganan COVID-19, pihak Dinas Kesehatan, dan lainnya.

"Sudah ditetapkan tersangkanya. Itu berdasarkan pemeriksaan baik terduga pelaku maupun saksi-saksi, termasuk satu ahli hukum pidana," ujar Winardy.

Selain Herlin, polisi menetapkan pemilik toko berinisial KS sebagai tersangka. Keduanya dijerat dengan Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 juncto Pasal 55 KUHP.

Berikut ini bunyi Pasal 93 dalam UU Kekarantinaan Kesehatan:

Pasal 93
Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Respons Herlin Kenza

Herlin Kenza mengaku akan bertanggung jawab atas kasus tersebut. Dalam posting di akun Instagram-nya, Herlin Kenza terlihat dikelilingi sejumlah bodyguard.

"Saya warga negara Indonesia yang baik, saya sangat menghormati hukum yang berlaku. Saya bertanggung jawab atas ini," demikian caption pada postingan Instagram Herlin Kenza, @herlinkenza, Sabtu (24/7).

(agse/isa)