Cetak Jutaan Pil Ilegal, Pria di Bandung Dihukum 6 Tahun Penjara

Andi Saputra - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 11:56 WIB
BNN gerebek pabrik narkoba di Bandung
Jumpa pers BNN kasus pabrik obat ilegal (Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Sukaryo dkk dihukum karena mencetak jutaan pil tanpa izin dari pihak berwenang/palsu. Mereka akhirnya dihukum beragam, Sukaryo sebagai pembuatnya dihukum 6 tahun penjara.

Sebagaimana dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (29/11/2021), kasus bermula saat BNN menggerebek pabrik tersebut terletak di Jalan Cingised, Kompleks Pemda, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, pada Februari 2020. Lima orang yang dijadikan tersangka adalah:

1. Chandra Ruly Hidayat (38),
2. Sukaryo (40),
3. Marvin Irwan Kurniady (35),
4. Suwarno (53), dan
5. Iwan Ridwan (55)

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari di lokasi pabrik menyatakan, saat digerebek, terdapat 35 kotak yang berisi pil napza.

"Tablet yang kami sita yang sudah siap edar dan sudah dipaket. Totalnya ada 3.000.050 butir. Sedangkan yang tidak dalam paket, termasuk sisa dan gagal cetak, ada banyak. Total semua mungkin 4 juta butir," tutur Arman.

Kelimanya lalu diproses hingga pengadilan. Di persidangan terungkap pencetakan obat palsu itu diorder oleh Marvin dengan menyerahkan uang ke Sukaryo sebesar Rp 75 juta. Marvin meminta dibuatkan pil Trihexyphenidyl (double L) sebanyak 50 karton dengan isi 100 plastik per karton dan 1 plastik berisi 800 butir tablet.

Setelah menerima uang tersebut, saksi Sukaryo kemudian membeli bahan obat-obatan dan alat alat produksi untuk membuat sediaan farmasi berupa obat berlogo LL. Sukaryo menyuruh Chandra untuk membeli tepung dan bahan-bahan lainnya. Setelah diproses, pil palsu itu dicetak di mesin dan keluar dalam bentuk tablet. Obat palsu itu kemudian disebar ke berbagai penjuru negeri.

Berikut hukuman yang dijatuhkan ke mereka.