Fakta Terbaru Penembakan Maut di Exit Tol Selatan Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 07:45 WIB
Poster
Ilustrasi penembakan (Foto: Edi Wahyono)

Identitas Kendaraan Pelaku Diketahui

Polisi masih menyelidiki pelaku penembakan yang melukai dua orang pria di Exit Tol Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Polisi saat ini sudah mengetahui identitas kendaraan yang digunakan pelaku.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah mengatakan pihaknya telah mendapatkan rekaman CCTV di sekitar lokasi. Polisi masih melakukan pengejaran pelaku.

"Kami sudah memperoleh beberapa informasi. CCTV juga sudah ada, identitas dari kendaraan yang dipakai pelaku sudah didapatkan," jelas Azis di kantornya, Jakarta Selatan, Sabtu (27/11).

Sementara identitas korban masih dirahasiakan oleh pihak kepolisian. Azis mengatakan pihaknya masih mendalami penyelidikan terkait kasus tersebut.

"Benar (kejadian) itu terjadi. Ini masih dalam proses lidik. Kita tidak akan buka di depan rekan-rekan sebelum jelas," papar Azis.

Pihaknya pun sudah meminta keterangan dari salah satu korban. Polisi menggali informasi dari korban untuk menyelidiki pelaku penembakan tersebut.

"Kita memperoleh konfirmasi bahwa yang luka ada 2 orang. Satu orang dirawat di Rumah Sakit Pelni, satu lagi sehat. Yang sehat itu kita lakukan interogasi untuk diketahui ceritanya dan di mana terjadinya peristiwa penembakan," papar Azis.

Satu Korban Meninggal Dunia

Dua orang pria menjadi korban penembakan di Exit Tol Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Salah satu korban penembakan telah dinyatakan meninggal dunia sejak pagi tadi.

"Terkait penembakan di exit Tol JORR Bintaro ya. Jadi memang benar satu korban meninggal dunia ya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan dalam konferensi pers, Minggu (28/11).

Zulpan menyebut kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya. Zulpan juga belum mau berbicara banyak terkait penembakan di Exit Tol Bintaro.

"Jadi kami belum bisa sampaikan untuk lebih jauhnya karena tim masih bergerak di lapangan untuk cari barbuk, motif dan sebagainya," katanya.


(whn/idn)