6 Fakta Terkini Geger Mutilasi di Bekasi Gegara Sakit Hati

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 20:50 WIB
TKP penemuan bagian tubuh korban mutilasi di Kedungwaringin Bekasi
Foto: TKP penemuan bagian tubuh korban mutilasi di Kedungwaringin Bekasi (Marteen Ronaldo/detikcom)

4. Potongan Tubuh Korban Ditemukan Terpisah

Hendra menyebut potongan tubuh korban ditemukan secara terpisah. Awalnya, polisi menemukan bagian tangan dan kaki korban terlebih dahulu.

"Kemudian untuk potongan tubuh dibuang terpisah. Pertama (ditemukan) potongan badan dulu, dibagi atas kepala, badan kaki dan tangan," jelas Hendra.

Setelahnya, polisi baru menemukan sisa potongan kepala korban tak jauh dari penemuan tangan dan kaki. Total polisi kini telah menemukan 10 bagian tubuh korban yang dimutilasi.

"Kedua potongan tangan dan kaki (ditemukan). Lalu kepala, (ditemukan) posisi nggak jauh di 3 tempat itu, masih di Kecamatan Kedungwaringin perbatasan dengan Kota Bekasi," terang Hendra.

5. Pelaku Terancam Pidana Seumur Hidup

Polisi menjerat kedua tersangka dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman penjara seumur hidup.

"Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP ancaman pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun," ujar Zulpan.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diketahui, barang bukti yang diamankan mulai dari kayu balok, golok, bantal dan selimut.

"Ada berapa barang bukti yang diamankan diantaranya golok dan kemudian bantal, selimut, kemudian juga pakaian korban, HP, sepeda motor kemudian dua potong kayu balok, kemudian satu gulung tali plastik, kemudian satu buah jas hujan karung, kantong plastik, dan satu unit Toyota Agya, itu barang bukti yang kita amankan dari kejahatan ini," ungkap Zulpan.

6. Satu DPO Diburu

Polisi menyebut pelaku mutilasi RS berjumlah tiga orang. Dua orang berhasil ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan satu pelaku kini sudah masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Karena tim masih bergerak yang jelas sudah disampaikan pelaku sudah ketangkep tapi masih ada pelaku lain gitu," terang Zulpan.


(rak/knv)