Sosok Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno dan Kiprahnya

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 16:12 WIB
Ketua Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno saat menghadiri Rapat Kerja Nasional I Pemuda Pancasila di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (13/11/2015). Yapto Soelistyo. Lamhot Aritonang/detikcom.
Foto: Japto Soerjosoemarno (Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Permintaan maaf Junimart Girsang usai berpolemik dengan Pemuda Pancasila (PP) dianggap belum cukup. Junimart didorong untuk betemu langsung dengan Ketum PP Japto Soerjosoemarno untuk meminta maaf. Japto, sedari dulu memang dikenal sebagai sosok kharismatik di PP.

Dikutip dari tulisan Abdul Arif soal Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno lahir dari pasangan Mayor Jenderal (Purn.) Ir. KPH (Kanjeng Pangeran Haryo) Soetarjo Soerjosoemarno, dan Dolly Zegerius. Ia datang dari keluarga ningrat.

Semasa bermukim di Jalan Siliwangi, Senen, dekat lapangan Banteng, Jakarta, Japto mendirikan Geng Anak Siliwangi yang diisi oleh anak-anak perwira yang tinggal di kawasan itu.

Berkat pengalamannya di Geng Siliwangi, Japto pun semakin dikenal sebagai sosok pemimpin kharismatik. Japto pun terpilih sebagai Ketum Pemuda Pancasila pada tahun 1981 di Cibubur. Pemuda Pancasila di bawah kepemimpinan Japto pun moncer. Apalagi saat itu organisasi kemasyarakatan ini menjadi mitra pemerintahan Presiden Suharto.

Pemuda Pancasila di bawah Japto juga dikenal sebagai kelompok 'bodyguard' dalam acara-acara tertentu. Selain itu, Japto juga dikenal sebagai sosok yang keras. Japto pernah menyerukan agar orang Malaysia diusir dari Indonesia ketika wasit Indonesia di kejuaraan karate se-Asia di Malaysia dipukul.

Japto pun dikenal sebagai sosok pemimpin Pemuda Pancasila yang selalu disegani oleh anggota-anggotanya.

Demo Pemuda Pancasila

Pemuda Pancasila berdemo di gedung MPR/DPR berlangsung Kamis (25/11/2021). Demo ini dipicu oleh pernyataan Junimart yang meminta Kemendagri mulai mengingatkan kedua ormas yang terlibat bentrokan di Ciledug, Tangerang, yaitu PP dan Forum Betawi Rempug (FBR). Sebab, menurut dia, kedua ormas itu kerap meresahkan masyarakat dengan bentrokan di jalanan.

Dia juga meminta pemerintah tegas mengambil sikap dengan tidak memperpanjang izin kedua ormas itu jika masih menimbulkan keresahan.

"Apabila masih tetap menimbulkan keresahan di masyarakat, tentu Kemendagri bisa mencabut izin dari ormas itu atau tidak memperpanjang perizinannya. Ini sudah pernah dilakukan oleh Kemendagri dengan tidak memperpanjang izin ormas FPI, dll. Pemerintah harus tegas apalagi di masa pandemi ini kita fokus terhadap pencegahan, penyebaran virus COVID-19 dan pemulihan ekonomi," ujarnya.

Pemuda Pancasila sempat meminta Junimart jangan asal ngomong. Junimart Girsang dan Pemuda Pancasila terlibat balas membalas pernyataan. Pemuda Pancasila pun siap berdemo di depan DPR menuntut maaf Junimart Girsang.

Setelah berpolemik panjang, Junimart Girsang meminta maaf kepada Pemuda Pancasila. Permintaan maaf Junimart Girsang bersamaan harinya dengan demo Pemuda Pancasila di DPR RI dan juga pada Rabu (24/11).

"Saya sudah sampaikan permintaan maaf via media yang sama. Saya kira tidak perlu berpolemik lagi," kata Junimart.

Junimart menyebut hanya menyampaikan kritik membangun terhadap Pemuda Pancasila. Dia pun telah meminta maaf atas kritik tersebut.

"Apabila saya dipersalahkan karena kritikal membangun itu, sebagai anak bangsa yang menjunjung tinggi asas perdamaian dan Pancasila, saya sudah sampaikan permintaan maaf," ujarnya.

Namun, bagi Pemuda Pancasila, permintaan maaf Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu tidak cukup. Junimart diminta melakukan beberapa hal jika memang tulus.

"Kami meminta layaknya Junimart datang langsung ke Sekretariat MPN untuk sekalian bersilaturahmi bersama keluarga ormas Pemuda Pancasila dan menghadap ketua kami, yakni Bapak Japto Soerjosoemarno, untuk langsung meminta maaf," kata Ketua Umum Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila, Teuku Aulia Arief.

Tonton juga video menarik lainnya tentang tempat untuk meluapkan emosi di bawah ini:

[Gambas:Video 20detik]