Pengurus Pemuda Pancasila Ungkap Marahnya Ketum Gegara Junimart

Yogi Ernes - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 15:56 WIB
Massa Pemuda Pancasila demo di depan Gedung DPR, Jakarta, menuntut Wakil Ketua Komisi II DPR Junimart Girsang, Kamis (25/11/2021).
Foto: Massa Pemuda Pancasila demo di depan Gedung DPR, Jakarta. (Rakha/detikcom)
Jakarta -

Polemik Elite PDIP Junimart Girsang dengan ormas Pemuda Pancasila (PP) masih memanas saat ini. Pengurus pun mengungkap sikap marah dari Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila (PP) Japto Soelistyo Soerjosoemarno terkait pernyataan Junimart yang dianggap meminta PP membubarkan diri.

"Jelas marah dia," kata Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila Razman Nasution saat dihubungi Minggu (28/11/2021).

Japto, kata Razman, masih merespons pernyataan Junimart dengan tenang. Dia hanya meminta pernyataan Junimart untuk diusut.

"Marahnya ya dengan meminta diusut pelaku. Kemudian memerintahkan saya untuk sampaikan sikap kita," ungkap Razman.

Namun, Razman mengaku selaku Ketum Japto tidak pernah menginstruksikan anggotanya untuk menggelar aksi demo. Razman mengatakan aksi massa itu murni dari kekesalan para kader PP.

"Tidak ada (instruksi Japto ke anggota demo). Adanya sekarang kemarahan kader, mereka mau demo kita nggak bisa halangi. Yang kita perintahkan tertib, damai, tidak anarkis," terang Razman.

Lebih lanjut Razman mengaku pihaknya tetap menuntut permintaan maaf dari Junimart Girsang. Dia meminta Junimart datang ke markas PP dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung ke pengurus.

"Kita tetap minta yang bersangkutan meminta maaf secara tulus ikhkas dan tidak setengah-setengah. Yang kita minta itu Junimart you prescon ke MPN. Kita jamin keselamatannya kita undang makan minum di sana," ujar Razman.

Perseteruan Junimart Girsang dan Pemuda Pancasila berawal dari bentrokan Pemuda Pancasila dan FBR, terjadi pada Jumat (19/11). Posko Pemuda Pancasila rusak akibat bentrokan ini. Atapnya yang terbuat dari asbes rusak hingga nyaris ambruk.

Junimart Girsang kemudian meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mulai memanggil perwakilan kedua ormas tersebut. Dia meminta pemerintah tegas mengambil sikap dengan tidak memperpanjang izin kedua ormas itu jika masih menimbulkan keresahan.

"Apabila masih tetap menimbulkan keresahan di masyarakat tentu Kemendagri bisa mencabut izin dari ormas itu atau tidak memperpanjang perizinannya. Ini sudah pernah dilakukan oleh Kemendagri dengan tidak memperpanjang izin ormas FPI, dll. Pemerintah harus tegas apalagi di masa pandemi ini kita fokus terhadap pencegahan, penyebaran virus COVID-19 dan pemulihan ekonomi," ujar Junimart.

Pernyataan Junimart itu rupanya memancing amarah para pengurus dan kader Pemuda Pancasila. Puncaknya, pada Kamis (25/11) ormas Pemuda Pancasila menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR RI menuntut Junimart Girsang meminta maaf.

Simak video 'Polisi Dikeroyok Ormas PP, PKB: Malu Pakai Nama Pancasila Kalau Melukai':

[Gambas:Video 20detik]



(mei/knv)