Jokowi Dapat Tekanan, Simak Lagi Pernyataannya soal Rantai Pasokan di G20

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 13:36 WIB
Sejumlah pemimpin dunia menghadiri KTT G20 di Roma, Italia. Presiden Joko Widodo tampak hadir di tengah-tengah pertemuan elite global tersebut.
Presiden Jokowi (AP/Evan Vucci)

Diverifikasi Pasokan

Kedua, diversifikasi sumber pasokan. Jokowi meyakini kerja sama investasi dan industri antarnegara serta penguatan arus perdagangan yang saling menguntungkan adalah kunci.

Ketiga, risiko terbesar di jangka panjang adalah proteksionisme perdagangan yang berpotensi merusak rantai pasok global.

"Kita harus bekerja sama dengan semangat saling mendukung, bukan saling membatasi, mendorong kebijakan yang konstruktif dan tidak diskriminatif, sesuai dengan prinsip hukum internasional, sekaligus menghormati konteks nasional dan hak berdaulat tiap negara," papar Jokowi.

Ditekan Negara Lain

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan jika Indonesia sempat ditekan oleh negara-negara lain terkait pengiriman hasil tambang. Erick menyebut Indonesia ditekan untuk mengirim sebanyak-banyaknya hasil tambang ke negara lain.

"Bapak Presiden tidak mau tanda tangan waktu di G20 mengenai supply chain. Kenapa? Salah satunya kita ditekan bahwa industri pertambangan kita harus dikirim sebanyak-banyaknya ke negara lain," kata Erick dalam acara Orasi Ilmiah 'Globalization And Digitalization: Strategi BUMN Pasca Pandemi' yang digelar Universitas Brawijaya, Sabtu (27/11/2021).

Erick menyebutkan pemerintah sepakat untuk sumber daya alam digunakan untuk pertumbuhan ekonomi bangsa.

"Jadi apa bedanya, waktu zaman dulu VOC datang ke sini mencari pala dan rempah. Hari ini juga sama sumber daya alam kita harus dibuka. Tentu kita tidak sepakat dan tidak mau sumber daya alam kita untuk bangsa lain," jelas Erick.


(rdp/knv)