Cegah Varian Omicron, Warga DKI Usul Tutup Akses dari Afsel-Karantina 3 Pekan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 11:03 WIB
Poster
Ilustrasi Pintu Masuk Indonesia (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Muncul mutasi virus COVID-19 varian B.1.1.529 atau varian Omicron yang dianggap lebih berbahaya. Warga mendesak pemerintah agar membatasi keluar-masuknya orang dari Afrika Selatan.

Salah seorang warga Jakarta, Saeful, mendesak agar pemerintah menutup akses dari dan menuju negara Afrika Selatan. Sebab, pencegahan tidak akan efektif jika pemerintah hanya membatasi aktivitas warga di dalam RI.

"Kalau mau itu, di-lockdown dari luar, jangan dari Indonesia aja yang disuruh dirumahkan. (Kalau) luar aja yang ditutup, ini yang Indonesia suruh di rumah saja, sedangkan yang asing masuk terus. Kemarin dari China juga masuk terus, sedangkan kita suruh diam saja di rumah," kata Saeful saat ditemui di Kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (28/11/2021).

Desakan agar pintu keluar masuk Afrika Selatan ditutup juga diutarakan warga asal Cilincing, Jakarta Utara, Kevin (28). Jika penutupan tak memungkinkan, Kevin menyarankan pemerintah menambah durasi karantina bagi pelancong dari Afrika Selatan.

"Menurut saya, balik lagi ke pemerintah, dia intensitas ke luar negerinya dibatasi aja, apalagi ke Afrika. Kalau bisa di-lockdown aja, ditutup aja," ujar Kevin.

"(Atau) kalau bisa 3 minggu karantina, kalau dari Afrika. Kalau dari luar negeri lain 2 minggu," sambung Kevin.

Kevin khawatir jika varian Omicron masuk RI bisa menyebabkan terjadinya gelombang ketiga COVID-19. Untuk itu, dia mengusulkan agar pembatasan ke luar negeri diiringi dengan pengetatan aktivitas warga.

"Mungkin PSBB sekarang diperketat, nanti lama-lama lockdown 2 minggu cukup. Selagi intensitas ke luar negeri dikurangi," ujarnya.

Terakhir, warga bernama Dina (22) meminta pemerintah dapat melakukan deteksi dini terhadap warga yang baru-baru ini tiba dari luar negeri. Khususnya dari negara Afrika Selatan.

"Mungkin bisa dilacak dulu, misal dari Afrika Selatan apa nggak perjalanan sebelumnya, mungkin begitu," ucap Dina.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan video 'Heboh Corona Varian Omicron, Epidemiolog Minta Pelancong Karantina 7 Hari!':

[Gambas:Video 20detik]