Kubu Moeldoko Tepis Demokrat: Justru AHY yang Lecehkan TNI

Eva Safitri - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 07:45 WIB
Juru bicara kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad.
Foto: Muhammad Rahmad. (screenshot video)
Jakarta -

Partai Demokrat menilai desakan kubu Moeldoko yang meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa membeberkan sosok senior yang dimaksud Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bentuk sikap merendahkan dan melecehkan. Kubu Moeldoko menyerang balik.

"Justru yang melecehkan institusi TNI itu adalah AHY. AHY sendiri yang mengakui bahwa ia mendapat masukan dari senior senior nya di TNI perihal jual beli hukum," kata Juru Bicara Kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, kepada wartawan, Sebatu (27/11/2021).

Menurut Rahmad, pengakuan AHY lah yang mempermalukan institusi TNI sebab membawa senior-seniornya dalam polemik ini. Oleh karena itu, dia mengatakan Panglima TNI perlu meminta klarifikasi kepada AHY.

"Pengakuan AHY itu sangat melecehkan hakim di lembaga peradilan kita, sekaligus juga mempermalukan institusi TNI. Kenapa institusi TNI malu? Karena AHY mengakui bahwa yang memberikan masukan itu adalah senior seniornya di TNI," ucapnya.

"Oleh sebab itu, Panglima TNI perlu minta klarifikasi ke AHY. Siapa senior TNI dimaksud? Bisa saja ada oknum TNI yang cari muka ke AHY atau bisa pula itu hanya klaim AHY untuk mencitrakan seolah-olah TNI berada dalam genggaman tangannya. Agar persoalan klaim AHY itu jelas duduk perkaranya, maka Panglima TNI perlu turun tangan agar TNI terjaga nama baiknya," lanjut Rahmad.

Rahmad berharap agar AHY mengungkap siapa sosok senior di TNI yang dia maksud. Dia meminta AHY untuk tidak menjadi pengecut.

"Kami menyarankan AHY untuk mengungkap saja siapa nama senior senior TNI yang memberikan masukan jual beli hukum itu. AHY sebagai mantan prajurit harus kesatria juga. Jangan jadi pengecut atau nabok nyilih tangan. Masak anak buah nya yang sibuk klarifikasi," ucapnya.

Sebelumnya, Kubu Moeldoko mendesak Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa membeberkan sosok senior TNI yang memberi peringatan kepada Ketum Partai Demokrat (PD) soal Moeldoko. Elite Partai Demokrat mewanti-wanti kubu Moeldoko agar tak merendahkan Jenderal Andika Perkasa.

"Rahmad beserta junjungannya KSP Moeldoko sama sekali tak ada relevansi dan urgensinya untuk meminta, apalagi mendesak, Panglima TNI melakukan investigasi dan menyampaikan kepada publik siapa-siapa saja senior di TNI yang membangun komunikasi dan memperingatkan Mas Ketum AHY tentang perangai KSP Moeldoko," kata Deputi Bappilu PD Kamhar Lakumani kepada wartawan, Jumat (26/11/2021).

"Saling menghargai serta menjaga hubungan baik dan komunikasi dengan senior-senior, rekan seangkatan, maupun dengan junior-junior adalah tanda bahwa Mas Ketum AHY berbudi pekerti luhur yang mencerminkan jiwa kesatria. Ini yang tak dimiliki KSP Moeldoko," imbuhnya.

Menurut Kamhar, desakan kubu Moeldoko kepada Panglima TNI melecehkan Jenderal Andika Perkasa. Sebab, peringatan yang diberikan senior TNI kepada AHY bagi Kamhar merupakan hubungan personal.

"Janganlah Rahmad dan KSP Moeldoko melecehkan dan merendahkan Panglima TNI dengan mendesak untuk mengurus hal yang remeh temeh, apalagi tak ada kaitannya dengan tupoksi Panglima TNI. Ini menunjukkan kewarasan Rahmad dan KSP Moeldoko semakin terganggu pascakekalahan beruntun dalam upaya begal partai. Meminta Panglima TNI mengurusi hubungan personal yang tetap terjaga dan terjalin antara Mas Ketum AHY dan senior serta koleganya di TNI. Ini kan kurang kerjaan dan hanya mencari sensasi," ujarnya.

Simak video 'AHY ke Moeldoko: Kenapa Mudah Dijerumuskan Orang yang Mabuk Kekuasaan?':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/lir)