Elite Demokrat ke Kubu Moeldoko: Jangan Lecehkan Panglima TNI!

ADVERTISEMENT

Elite Demokrat ke Kubu Moeldoko: Jangan Lecehkan Panglima TNI!

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 12:42 WIB
Sekretaris Bappilu Demokrat Kamhar Lakumani (Dok. Pribadi).
Sekretaris Bappilu Demokrat Kamhar Lakumani (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Kubu Moeldoko mendesak Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa membeberkan sosok senior TNI yang memberi peringatan kepada Ketum Partai Demokrat (PD) soal Moeldoko. Elite Partai Demokrat mewanti-wanti kubu Moeldoko agar tak merendahkan Jenderal Andika Perkasa.

"Rahmad beserta junjungannya KSP Moeldoko sama sekali tak ada relevansi dan urgensinya untuk meminta, apalagi mendesak, Panglima TNI melakukan investigasi dan menyampaikan kepada publik siapa-siapa saja senior di TNI yang membangun komunikasi dan memperingatkan Mas Ketum AHY tentang perangai KSP Moeldoko," kata Deputi Bappilu PD Kamhar Lakumani kepada wartawan, Jumat (26/11/2021).

"Saling menghargai serta menjaga hubungan baik dan komunikasi dengan senior-senior, rekan seangkatan, maupun dengan junior-junior adalah tanda bahwa Mas Ketum AHY berbudi pekerti luhur yang mencerminkan jiwa kesatria. Ini yang tak dimiliki KSP Moeldoko," imbuhnya.

Menurut Kamhar, desakan kubu Moeldoko kepada Panglima TNI melecehkan Jenderal Andika Perkasa. Sebab, peringatan yang diberikan senior TNI kepada AHY bagi Kamhar merupakan hubungan personal.

"Janganlah Rahmad dan KSP Moeldoko melecehkan dan merendahkan Panglima TNI dengan mendesak untuk mengurus hal yang remeh temeh, apalagi tak ada kaitannya dengan tupoksi Panglima TNI. Ini menunjukkan kewarasan Rahmad dan KSP Moeldoko semakin terganggu pascakekalahan beruntun dalam upaya begal partai. Meminta Panglima TNI mengurusi hubungan personal yang tetap terjaga dan terjalin antara Mas Ketum AHY dan senior serta koleganya di TNI. Ini kan kurang kerjaan dan hanya mencari sensasi," ujarnya.

Oleh sebab itu, Kamhar menilai lebih baik kubu Moeldoko membentuk partai politik baru ketimbang merongrong Partai Demokrat. Kamhar pun menyinggung soal rasa malu terhadap kubu Moeldoko.

"Jadi daripada terus-menerus membuat kegaduhan, yang semakin ke sini hanya semakin mempermalukan diri, karena terus-menerus kalah setelah sebelumnya terus mempertontonkan arogansi kekuasaan dengan melakukan tindakan-tindakan ilegal dalam pengambilalihan Partai Demokrat, ada baiknya saat ini mereka fokus saja untuk bentuk parpol baru atau gabung di parpol baru yang telah menawari KSP Moeldoko tempat," imbuhnya.

Ketua Umum Partai Demokrat AHY mengaku mendapat peringatan dari para seniornya di TNI terkait Moeldoko. Kubu Moeldoko meminta sosok senior TNI yang beri peringatan kepada AHY diungkap ke publik.

"AHY juga mengklaim bahwa dia telah diberi peringatan oleh senior-seniornya di TNI. Bahkan AHY menyebut bahwa senior dia di TNI itu mengingatkan terhadap upaya membeli hukum. Sepertinya AHY ingin menyampaikan kepada publik bahwa sampai saat ini, senior-seniornya di TNI masih rajin memberikan masukan-masukan kepada AHY," kata jubir kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, kepada wartawan, Kamis (25/11).

Kubu Moeldoko bertanya-tanya siapa senior TNI yang memberi peringatan kepada AHY soal Moeldoko. Pernyataan AHY itu membuat kubu Moeldoko keheranan karena membawa-bawa nama TNI.

"Pertanyaan kami adalah siapa petinggi TNI yang rajin memberi masukan ke AHY bahwa hukum itu bisa dibeli. Sejak kapan TNI mencampuri urusan partai politik Demokrat yang standing politiknya saat ini adalah oposisi pemerintah?" ujarnya.

Simak juga Video: Panglima Bikin Kebijakan Baru di Papua, Mahfud: Bukan Operasi Tempur!

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT