Polres Labuhanbatu Pecat 3 Personel Gegara Kasus Sabu-Desersi

Ahmad Fauzi Manik - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 14:50 WIB
Polres Labuhanbatu memecat tiga oknum polisi yang bermasalah. Selain itu, ada 3 personel yang diberi penghargaan karena jasa di bidang pendidikan. (dok Istimewa)
Foto: Polres Labuhanbatu memecat tiga oknum polisi yang bermasalah. (dok Istimewa)
Labuhanbatu -

Polres Labuhanbatu melakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PDTH) kepada tiga oknum polisi yang bermasalah. Dua oknum personel dipecat gegara kasus narkoba dan satu lainnya gegara desersi atau kabur dari tugas selama berbulan-bulan.

Pemecatan ketiga polisi itu, ditandai dengan upacara PTDH di halaman Mapolres Labuhanbatu, Jumat (26/11). Upacara dipimpin Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti.

"Ya, jadi kemarin pemecatan itu kita lakukan dengan in absentia, karena mereka ini ada yang sedang ditahan dan ada yang sedang dicari," kata Anhar ketika dikonfirmasi Sabtu (27/11/2021).

Anhar mengatakan ketiga polisi itu masing-masing adalah Aiptu Abdola Ali, Aipda Tedy Wirawan, dan Brigadir Wansepna Hendra. Abdola Ali merupakan polisi yang desersi dan dua lainnya tersangkut kasus narkoba.

Anhar menyebut kesalahan ketiga polisi ini cukup fatal sehingga tidak bisa lagi diampuni. Termasuk di antaranya sudah berulang kali melakukan kesalahan.

"Ini menunjukkan Polri terus melakukan pembinaan anggotanya. Dan pemecatan ini merupakan punisment bagi anggota yang dianggap tidak bisa lagi dibina," kata Anhar.

"Bagi anggota yang lain ini merupakan introspeksi, agar tidak melakukan pelanggaran," sambungnya.

3 Polisi Lain Diberi Penghargaan

Tak hanya memberikan hukuman, Polres Labuhanbatu juga memberikan penghargaan kepada tiga personelnya yang dianggap ikut mencerdaskan bangsa. Pemberian itu dilakukan bertepatan dengan Hari Guru Nasional pada Kamis (25/11).

Polres Labuhanbatu memecat tiga oknum polisi yang bermasalah. Selain itu, ada 3 personel yang diberi penghargaan karena jasa di bidang pendidikan. (dok Istimewa)Selain itu, ada 3 personel yang diberi penghargaan karena jasa di bidang pendidikan. (dok Istimewa)

Ketiganya ialah Ipda Iskandar Muda Sipayung, Briptu Julhamadi Munthe, dan Bripka Didik Irawan. Ipda Iskandar dan Briptu Julhamadi merupakan tenaga pendidik serta Bripka Didik berperan dalam pembangunan masjid yang dilengkapi fasilitas pendidikan.

Ipda Iskandar Muda Sipayung saat ini merupakan dosen di dua Universitas di Labuhanbatu. Termasuk menjadi pengajar untuk program pasca sarjana.

Kegiatan mendidik di perguruan tinggi ini, dilakoni Iskandar sejak tahun 2018. Tak lama setelah dia menyelesaikan pendidikan S-3 nya di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Hingga kini Iskandar merupakan satu-satunya personel Polres Labuhanbatu yang bergelar Doktor. Sementara jabatannya adalah Kasi Propam.

Sedangkan Julhamadi Munthe adalah guru bahasa Arab di pesantren Darus Sholihin, Aek Paing, Rantau Utara. Julhamadi merupakan 1 dari 12 polisi yang diajak Kabaharkam Komjen Arief Sulistyanto ngopi dan melakukan patroli udara menggunakan helikopter pada awal November lalu.

Julhamadi mendapatkan pengetahuan bahasa Arabnya setelah menghabiskan 6 tahun masa sekolahnya di pesantren. Sebelum menjadi polisi, Julhamadi sempat berkarir sebagai guru bahasa Arab selama setahun.

Sementara Bripka Didik Irawan merupakan Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) di lingkungannya. Sejak dipercaya sebagai ketua BKM Masjid Al Ikhlas Siderojo Rantau Selatan pada 2019, Didik terus berupaya mengembangkan masjid satu-satunya yang ada di lingkungan tempat tinggalnya itu.

Masjid yang dulunya tak cukup menampung jamaah, kini hampir selesai diperluas. Dari yang dulunya hanya seluas 49 m2 menjadi 200 m2. Yang dilengkapi dengan sarana belajar.

Peran ketiga personel Polres Labuhanbatu ini mendapat pujian dari Kapolres AKBP Anhar Arlia Rangkuti. Dia berharap ini bisa jadi contoh bagi personel lainnya.

Menurutnya apa yang dilakukan ketika polisi inti dari salah satu tugas pokok Polri, yaitu pelayanan. Karena itu Anhar menilai ketiga polisi ini telah berjasa ke institusinya serta ke masyarakat.

"Penghargaan ini merupakan apresiasi kita karena mereka bersedia mengabdikan sebagian waktunya kepada masyarakat. Mau memberi pelayanan lebih meski itu di luar beban tugasnya," kata Anhar.

(jbr/jbr)