Puji Warga Bentuk Tim Patroli Sungai, Walkot Medan: Kita Akan Support

Nada Zeitalini Arani - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 14:28 WIB
Bobby Nasution (Datuk Haris-detikcom)
Foto: Bobby Nasution (Datuk Haris-detikcom)
Jakarta -

Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan sampah, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan. Ia berharap hal itu bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari sampah.

Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi pendorong setiap kecamatan untuk mengikuti konsep kawasan bersih yang telah dicanangkan lewat Surat Keputusan (SK) Wali Kota (Walkot) Medan No. 658.5/31.K/VIII/2021 tentang Lokasi Percontohan Kawasan Bebas Bersih di Kota Medan Tahun 2021.

Bobby menyampaikan lewat edukasi dan sosialisasi yang dilakukan, dapat menggerakkan masyarakat untuk mewujudkan kawasan yang bersih dengan bergotong royong. Ia juga menyebutkan masyarakat mulai menunjukkan pertisipasi dan kesadaran, seperti yang ditunjukkan warga Kampung Sejahtera dengan membentuk Tim Patroli Sungai (TPS) yang diinisiasi Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS).

Hadirnya TPS tersebut dinilai membantu Pemerintah Kota Medan yang sedang fokus melakukan pembersihan dan penataan sungai. Sebab, hal tersebut menunjukkan dukungan terhadap kawasan program Kawasan Bersih yang dicanangkan. Bobby juga memberikan apresiasinya dan mengajak semua pihak berkolaborasi menyukseskan, termasuk dalam penataan sungai sehingga dapat mempercepat program pemerintah ke depannya.

"Kegiatan yang dilakukan P3KS dengan membentuk TPS membuktikan peran masyarakat sudah mulai aktif, bahkan masyarakat di sini sendiri yang meminta pemerintah untuk langsung masuk ke salah satu lokasi yang selama ini dikenal dengan pandangan kurang baik," kata Bobby Nasution dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/11/2021).

Ia juga mengajak seluruh masyarakat membantu mengubah image buruk tersebut dan menyejahterakan sisi ekonomi.

"Kita (Pemko Medan) akan mensupport apa yang menjadi masukan masyarakat, termasuk dari P3KS," imbuh suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu tersebut.

Sementara itu, Ketua P3KS Aminurasid juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya berbagai kegiatan, upaya dan inovasi yang dilakukan untuk mendukung semangat Wali Kota Medan mewujudkan kebersihan. Terlebih, masyarakat menunjukkan antusiasme terhadap program tersebut.

"Di samping itu, sesuai namanya, selama ini cita-cita masyarakat adalah untuk menjadikan warga di sini sejahtera dari segi ekonomi. Untuk itu, kami berharap Pak Wali dapat mewujudkan mimpi masyarakat sehingga perekonomian keluarga dapat meningkat dan lebih baik lagi," bilang Rasid.

Di tempat terpisah, mantan aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bambang Antariksa menilai, edukasi menjaga kebersihan terhadap masyarakat dalam mengatasi sampah sudah tepat. Sebab,permasalahan sampah tidak akan sukses jika hanya dilimpahkan tanggung jawabnya kepada Pemko Medan saja.

"Mesti dilakukan dalam suatu sistem. Artinya, mulai dari regulasi, aparatur pemerintah dan warga, semuanya harus berjalan dalam suatu sistem yang saling terkait dan mendukung. Tidak akan berhasil tanpa saling dukung satu sama lain," ungkap Bambang.

Bambang menjelaskan edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan sehingga menimbulkan pemahaman. Sehingga mereka akan mudah untuk ikut terlibat dan mendukung program yang ada.

"Terbukti, muncul inisiatif warga membentuk tim patroli sungai. Ini yang mesti terus dikembangkan oleh Pak Wali Kota," tutur Bambang.

Ia juga menjelaskan mengenai pendekatan secara bertahap. Dimulai dari tingkat kecamatan kemudian tingkat kelurahan hingga lingkungan.

"Pendekatan secara bertahap dan cluster ini realistis dan logis. Tidak mungkin dilakukan dalam waktu yang sama untuk seluruh wilayah Kota Medan secara sekaligus. Yang penting, program ini disusun melalui perencanaan yang matang dalam suatu blue print kawasan bersih Kota Medan," sambungnya.

Bambang melanjutkan, blue print itulah yang kemudian dilaksanakan, dimonitoring dan dievaluasi. Terkait tujuan yang hendak dicapai, strategi, regulasi, aparatur dan warga yang terlibat, sarana prasarana, anggaran biaya, hingga jangka waktu serta ukuran keberhasilannya.

"Jika hal ini dapat dicapai, maka bukan tidak mungkin, akan tercipta kawasan bersih untuk seluruh Kota Medan di suatu hari nanti, bukan hanya beberapa wilayah dalam kecamatan saja," tambahnya.

(akn/akn)