Jelang Normalisasi Sungai, Pemkot Medan Siapkan Rusunami untuk Warga

Atta Kharisma - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 12:37 WIB
Pemkot Medan
Foto: Dok. Pemkot Medan
Jakarta -

Dalam rangka mengatasi persoalan banjir, Wali Kota Medan Bobby Nasution memberlakukan normalisasi terhadap 3 sungai yang telah disetujui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS), yakni Sungai Deli, Babura, dan Bedera. Untuk melancarkan upaya normalisasi tersebut, Bobby menerangkan pihaknya telah mempersiapkan rumah susun sederhana milik (Rusunami) untuk merelokasi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

Bobby mengungkapkan bahwa penanganan banjir merupakan salah satu program prioritas yang harus ia tuntaskan sebelum masa jabatannya sebagai Wali Kota Medan berakhir. Selain melakukan perbaikan terhadap sistem drainase yang buruk, ia menegaskan kalau normalisasi sungai merupakan salah satu solusi untuk mengatasi akar masalah banjir maupun genangan air yang terjadi di kota Medan. Ini dikarenakan sungai yang melintasi kota Medan umumnya telah mengalami pendangkalan.

"Agar normalisasi sungai dapat dilakukan secara maksimal, tentunya warga yang tinggal di bantaran sungai harus direlokasi. Dalam melakukan relokasi, tentunya dibutuhkan rumah pengganti yang layak huni bagi warga yang terkena relokasi. Untuk itu kita telah menyiapkan konsep rusunami sebagai solusi dari relokasi yang akan dilakukan," ungkap Bobby dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/11/2021).

Berbeda dengan relokasi bantaran sungai sebelumnya, Bobby ingin agar konsep Rusunami kali ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan kota. Selain penanganan banjir dapat dilakukan secara maksimal, konsep ini juga akan memberikan rumah yang layak huni bagi warga yang terdampak dari normalisasi sungai tersebut. Dirinya optimis bahwa pergerakan ekonomi dapat dilakukan jika konsep Rusunami ini dapat terwujud.

"Jika relokasi bantaran sungai ini dapat dilakukan, setidaknya ada beberapa manfaat jika program ini terwujud. Tidak hanya penanganan banjir, juga penyediaan rumah yang layak huni bagi masyarakat dan pergerakan ekonomi," ungkapnya.

Konsep Rusunami yang diusung Bobby mendapat apresiasi dari akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (Fisip USU), Indra Fauzan S.H.I., M.Soc., Sc., Ph.D. Menurut Indra, konsep Rusunami tersebut sangat baik dan penting untuk dilakukan. Sebab, selain mengatasi banjir konsep itu juga memberikan solusi atas masalah sosial yang timbul akibat normalisasi tersebut.

"Tentunya langkah yang dilakukan Pak Wali Kota sangat tepat. Selain mengatasi banjir, juga akan menyiapkan rusunami bagi warga di bantaran sungai yang terdampak dari normalisasi sungai yang dilakukan," tuturnya.

Sebelum relokasi dilakukan, jelas Indra, Pemkot Medan secara masif harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang akan terkena normalisasi. Dengan demikian masyarakat mengetahui ke mana nanti harus pindah saat relokasi dilakukan sehingga mereka sudah memiliki gambaran hidup selanjutnya. Selain itu, Indra berharap agar Pemkot Medan juga memberikan pelayanan yang maksimal serta fasilitas penunjang untuk Rusunami tersebut.

"Konsep rusunami ini juga konsep yang humanis dan ramah warga. Tentunya harapan kita semua sebagai warga Kota Medan nantinya dapat hidup sejahtera dan berdampingan dengan sesamanya. Konsep ini tentunya merupakan sebuah konsep yang baik kebijakannya, ramah dan memanusiakan manusia. Pemko Medan tentunya menginginkan semua warganya mendapat jaminan hidup yang layak dan tidak hidup dalam bayang bayang bencana" pungkasnya.

(akn/ega)