Ngaku Lawyer, Ketua LSM Paksa Keluarga Pelaku Begal Bikin Testimoni Palsu

Nahda Rizki Utami - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 11:28 WIB
Ketua Umum DPP LSM Tamperak, Kepas Panagean Pangaribuan
Ketua Umum DPP LSM Tamperak Kepas Panagean Pangaribuan saat ditangkap polisi (dok. Istimewa)

Penyidikan Tersangka Begal Sesuai SOP

Atas hal ini, Kepala Tim Satgas Begal Polsek Menteng diperiksa Propam. Hasil pemeriksaan Propam menyatakan tidak ada pelanggaran SOP yang dilakukan oleh Kepala Satgas Begal Polsek Menteng ini.

"Hasil pemeriksaan Propam bahwa tidak ada suap-menyuap. Anggota melaksanakan penyidikan sesuai prosedur," tegas Hengki.

Hasil pemeriksaan Propam pula diketahui anggota tersebut mentransfer ke LSM Tamperak dengan menggunakan uang istrinya.

"Hasil pemeriksaan Propam ternyata Rp 50 juta yang bersangkutan meminjam modal usaha istrinya yang bekerja sebagai WO (wedding organizer)," imbuh Hengki.

Kemudian, Hengki menjelaskan alasan mengapa anggotanya itu takut akan ancaman pelaku. Meski tidak melakukan pelanggaran, anggota itu khawatir jika pelaku memviralkan, maka opini publik akan tergiring dan menganggap hal ini adalah kebenaran, padahal tidak.

"Loh kok kenapa bisa takut? Yang bersangkutan menyatakan bahwa saat ini daerah post truth ini terkadang fakta dikalahkan oleh opini publik. Jadi sebenarnya kejadian tidak seperti itu, kemudian diviralkan, sehingga sudah dihakimi oleh media sosial, dihakimi oleh media-media yang lain. Padahal tidak seperti itu kasusnya," jelasnya.


(mea/mea)