Pilkades di Dairi Sumut Ricuh, 1 Aparat Jadi Korban-Kotak Suara Dirusak

Datuk Haris Molana - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 00:43 WIB
Ilustrasi proses pemungutan suara di Lapas Sidoarjo
Foto: Ilustrai Pemungutan Suara (Suparno Nodhor)
Dairi -

Pemilihan kepala desa (Pilkades) tahun 2021 di Desa Bertungen Julu, Dairi, Sumatera Utara sempat ricuh. 1 petugas dilaporkan terluka dan sejumlah pelaku perusakan diamankan.

Pilkades itu digelar pada Kamis (25/11). Walau sempat ricuh, secara umum kegiatan itu berjalan aman dan kondusif.

"Benar, telah terjadi perusakan kotak suara Pilkades di TPS 01 Desa Bertungen Julu. Kejadian tersebut saat penghitungan surat suara di dua TPS (01 dan 02 ) secara keseluruhan selesai dilaksanakan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, kepada wartawan, Jumat (26/11/2021).

Wahyudi mengatakan dalam Pilkades di Desa Bertungen Julu itu ada dua calon kepala desa. Dia menyebut sempat terjadi insiden perusakan kotak suara usai penghitungan surat suara di dua TPS yang mencakup Dusun I, II, III, dan IV.

"Pasangan calon kepala desa nomor urut II keberatan hasil akhir penghitungan suara. Lalu saat kotak suara akan dibawa ke kantor kecamatan oleh petugas P2KD yang dikawal anggota Sabhara ada puluhan orang dari pendukung cakades 02 yang merebut dan merusak kotak suara hingga urat suara terhambur," ucap Hadi.

Insiden perampasan dan perusakan kotak suara itu, kata Hadi, terjadi pukul 18.30 WIB di mana sebelumnya pendukung cakades 02 memprotes dan memaksa agar penghitungan suara ulang karena mereka menganggap ada satu surat suara yang terkoyak untuk dinyatakan rusak. Padahal, sebelumnya surat suara yang terkoyak itu sudah dinyatakan sebagai surat suara yang sah oleh saksi-saksi dan Panitia P2KD.

Situasi kericuhan tidak berlangsung lama, karena petugas gabungan TNI-Polri yang sudah disiagakan dapat mengamankan kembali kotak suara dan merapikan surat suara yang terhambur. Dalam kejadian itu, ada seorang anggota yang menjadi korban.

"Dalam insiden keributan itu anggota di lapangan ada yang menjadi korban dan terluka karena mempertahankan kotak suara yang hendak dibawa ke kantor kecamatan, situasinya sudah kondusif, Bapak Kapolda langsung turun ke TKP dan berdialog dengan Bupati serta warga untuk tidak berbuat anarkis," sebut Hadi

Atas insiden tersebut, sejumlah orang pun diamankan oleh pihak kepolisian. Hadi mengimbau, kepada pihak yang merasa keberatan atas hasil pemungutan suara dalam Pilkades 2021 silahkan menempuh jalur hukum sesuai aturan yang telah ada dan telah ditetapkan.

"Para pelaku perusakan sudah ada beberapa yang kita amankan, kita akan mintai keterangannya nanti ya," kata Hadi.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.