Kapolri Paparkan Strategi Cegah Lonjakan COVID-19 Saat Natal dan Tahun Baru

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 20:33 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Dok. Istimewa)

Sigit lantas memaparkan salah satu cara yang bakal dilakukan oleh Polri, yaitu menggelar Operasi Lilin demi mengurangi mobilitas masyarakat. Operasi ini bakal digelar 1 minggu sebelum dan sesudah PPKM Level 3 pada Natal dan tahun baru.

"Dalam upaya antisipasi Nataru kepolisian akan laksanakan Operasi Lilin. Namun tentunya akan disesuaikan dengan kebijakan Pemerintah. Tentunya Polri akan mengawali 1 minggu sebelum dan 1 minggu setelah diberlakukan PPKM Level 3, dengan tujuan mengurangi transmisi angka COVID-19," tutur Sigit.

Selain itu, Sigit memaparkan bakal memberlakukan skenario pengetatan prokes mulai dari pra-keberangkatan hingga lokasi tujuan bagi masyarakat yang tetap mudik, melalui Posko PPKM mulai dari tingkat RT/RW. Bagi warga yang harus melaksanakan perjalanan, harus menyertakan surat keterangan mudik, sertifikat vaksin dua kali dan hasil swab antigen ataupun PCR.

"Kami siapkan pos pelayanan untuk laksanakan vaksinasi manakala ada masyarakat yang belum vaksin. Untuk membantu masyarakat yang belum vaksin ini merupakan strategi kita. Juga disiapkan pos karantina apabila dalam pelaksanaan swab dinyatakan reaktif dan aplikasi PeduliLindungi warna hitam agar dilaksanakan karantina sementara," kata Sigit.

Sigit juga mengimbau agar perayaan Natal dilakukan dengan memanfaatkan cara online atau virtual. Ataupun jika dilaksanakan secara offline, kapasitas sebaiknya hanya dihadiri 50 persen.

Tak hanya itu, dia juga meminta agar aplikasi PeduliLindungi harus terpasang di rumah ibadah. Sementara itu, untuk pusat perbelanjaan atau mal, selain dipasangi PeduliLindungi, harus disediakan posko vaksinasi dan karantina. Sedangkan di tempat wisata, bisa dilakukan dengan cara one-gate system dan juga tersedia pos vaksin serta karantina.

Berbarengan dengan itu, Sigit menegaskan TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat juga akan terus melakukan akselerasi percepatan vaksinasi untuk mencapai target Presiden Jokowi sebesar 70 persen di akhir tahun.

"Artinya, perlu adanya langkah yang perlu kita lakukan untuk antisipasi capaian bulan November dan di Desember minimal 70 persen. Jadi bagi wilayah yang di bawah rata-rata nasional, sehingga perlu langka-langkah khusus dan menjadi perhatian kita semua. Akselerasi vaksinasi ini kita harapkan sebelum dilaksanakan Operasi Lilin untuk menjaga agar vaksinasi berjalan dan prokes berjalan dengan baik," ujar Sigit.


(maa/mae)