Pembangunan Berkelanjutan Diyakini Jadi Kunci Kebangkitan dari Pandemi

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 17:55 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar,
Foto: Dok. Kemendes PDTT
Jakarta -

Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kementerian Desa PDTT, Sugito mengatakan konsep pembangunan berkelanjutan dapat menjadi kunci negara ASEAN bangkit dari dampak pandemi. Terkait hal ini, ia menjelaskan Indonesia telah melokalkan konsep Sustainable Development Goals 2030 hingga level desa yang disebut SDGs Desa.

"Indonesia sangat meyakini bahwa pembangunan perdesaan yang berkelanjutan dapat memainkan peran utama bagi sebagian besar negara anggota ASEAN berjuang melalui pandemi ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/11/2021).

Hal ini ia sampaikan saat mewakili Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar di acara ASEAN Ministerial Meeting on Rural Development and Poverty Eradication (AMMRDPE), Jumat (26/11).

Dalam acara ini, Sugito menjelaskan Indonesia melalui Kemendes PDTT telah menyusun arah pembangunan berkelanjutan hingga level desa. Dikatakannya, SDGs Desa merupakan upaya percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan yang berisi penyederhanaan tujuan, pelokalan sasaran di desa dan penyesuaian indikator tujuan. Dengan demikian, tujuan pembangunan dapat menjadi lebih konkrit, fokus, mudah dicapai, mudah diukur dan realistis.

"17 SDGs Global yang ditetapkan telah dilokalkan Kemendesa PDTT pada 18 SDGs Desa dengan menambahkan tujuan Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif," paparnya.

Sugito menambahkan dalam upaya mencapai tujuan di dalam SDGs Desa, pihaknya telah melakukan pendataan desa secara komprehensif.

"Data ini kemudian dijadikan sebagai patokan untuk melakukan rencana aksi sesuai dengan tujuan SDGs Desa. Dengan demikian rencana aksi benar-benar masalah di lapangan dan tepat sasaran," ungkapnya.

Per 25 November 2021, tercatat 1.604.643 relawan telah bergerak melakukan pendataan dan berhasil mendata 82 persen warga desa dan 92 persen data keluarga dari total 74.961 desa.

Sugito mengatakan saat capaian tahun 2021 dibandingkan dengan target 2030, muncul rencana kegiatan SDGs Desa yang diketahui menyumbang 74 persen dari capaian SDGs nasional. Terkait hal ini, ia pun menyebut Indonesia siap berbagi pengalaman dengan negara lain dalam mengimplementasikan SDGs Desa sebagai basis data dalam pembangunan desa.

"Indonesia juga menyambut baik kesempatan untuk lebih meningkatkan peta jalan SDGs Desa dan siap untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik kami dalam implementasinya. Indonesia meyakini, ini dapat menjadi salah satu referensi dalam memandu semua pemangku kepentingan pada arah dan target agenda 2030, terutama untuk memastikan pembangunan pedesaan yang berkelanjutan," jelasnya.

Di sisi lain, Mendes Abdul Halim Iskandar menjelaskan SDGs Desa telah diperkenalkan dan dianggap positif bagi organisasi internasional, termasuk IFAD (International Fund for Agricultural Development). Saat audiensi dengan IFAD belum lama ini, ia menyebut IFAD juga siap mempublikasikan SDGs Desa ke berbagai negara di dunia.

"Pasti kita ingin sharing ke semua pihak maka kita sampaikan ke beberapa pihak, meski di sisi lain saya harus tunjukkan dulu konsepnya dan proses implementasinya. Supaya apa yang disampaikan tidak hanya angan-angan saja," pungkasnya.

(prf/ega)