Pria Arab Bunuh Sarah, Komisi VIII DPR: Kaji Eksistensi Kawin Kontrak!

ADVERTISEMENT

Pria Arab Bunuh Sarah, Komisi VIII DPR: Kaji Eksistensi Kawin Kontrak!

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 13:47 WIB
Ace Hasan Syadzily (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Jakarta -

Sekelumit masalah di balik aksi keji Abdul Latif (48), pria Arab pembunuh Sarah (21), terungkap. Ulah keji Abdul Latif yang tidak pernah menafkahi hingga janji-janji manis sebelum nikah siri terbongkar.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan menyebut kawin kontrak membuka potensi pihak wanita mengalami kekerasan. Kawin kontrak pun disebut sudah salah sedari awal dalam hal regulasi.

"Ketika kawin kontrak menjadi fenomena relasi hubungan antara laki-laki dan perempuan, potensi adanya kekerasan pasti sangat terbuka," kata Ace Hasan kepada wartawan, Jumat (26/11/2021).

"Kawin kontrak kan sebetulnya menyalahi UU Perkawinan, di mana seharusnya pernikahan itu harus terdaftar secara resmi dalam catatan Kantor Urusan Agama (KUA)," Ace menegaskan.

Ace menyebut kawin kontrak adalah bentuk lain pernikahan siri. Kesetaraan relasi pun tak bisa tercapai karena kawin kontrak.

"Oleh karena itu, soal kawin kontrak ini sebaiknya dikaji ulang keberadaannya. Relasi kawin kontrak itu menjadikan perempuan sebagai 'komoditas'," kata Ace.

Awal pertemuan pria Arab dengan Sarah sebelum nikah siriAwal pertemuan pria Arab dengan Sarah sebelum nikah siri (Foto: dok. Istimewa).

Ace mendukung penindakan tegas terhadap pria Arab pembunuh Sarah. Kekerasan dalam kawin kontrak lainnya pun diminta diusut.

"Apa yang terjadi tentang kekerasan terhadap perempuan dalam kasus kawin kontrak harus diusut dan ditindak dengan tegas," kata Ace Hasan.

Informasi yang dihimpun detikcom, tindak kekerasan berat tersebut terjadi pada Sabtu (20/11) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Korban yang tengah terlelap tidur dihampiri suaminya, yang merupakan warga negara asing asal Timur Tengah.

Korban yang baru dinikahi 1,5 bulan oleh pelaku ini langsung diikat tangannya menggunakan tali. Pelaku pun membenturkan wajah korban ke tembok sambil memukulinya.

Setelah itu, korban disiram air keras, yang diduga sudah disiapkan pelaku sebelumnya. Air keras itu pun membuat korban mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh.

(gbr/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT