ASN di Tana Toraja Terbantu Penjaminan Kacamata JKN-KIS

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 13:22 WIB
Peserta JKN-KIS
Foto: BPJS Kesehatan
Jakarta -

Seorang Aparatur Sipil Negara yang bertugas di Makale, Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan, Edyward (46) berbagi pengalamannya selama menggunakan program JKN-KIS. Edy telah terdaftar sebagai peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) sejak awal ketika dirinya diangkat menjadi ASN.

"Saya menjadi peserta JKN-KIS sudah lama sekali seingat saya sejak jaman Askes hingga sekarang berganti nama menjadi BPJS Kesehatan. Pada rentang waktu itu pula saya dan keluarga sudah banyak kali merasakan manfaat program tersebut ketika hendak mendapatkan pelayanan kesehatan. Salah satu pengalaman saya dan istri adalah penjaminan kacamata menggunakan kartu JKN-KIS. Tidak hanya kami, manfaat lain pun dirasakan oleh anak saya ketika hendak menjalani operasi sinusitis," tutur Edy dalam keterangan tertulis, Jumat (26/11/2021).

Penjaminan dalam Program JKN-KIS memang mencakup banyak hal salah satunya dalam penjaminan alat kesehatan seperti kacamata dengan beberapa ketentuan. Berdasarkan aturan yang berlaku, penjaminan kacamata diberikan dua tahun sekali, sesuai dengan indikasi medis serta besaran yang dijamin sesuai dengan hak kelas kepesertaannya.

"Untuk alurnya hingga saya mendapatkan penjaminan kacamata sama dengan prosedur yang berjalan selama ini. Saya mengunjungi fasilitas kesehatan tempat saya terdaftar sebelum dirujuk ke poli mata di rumah sakit. Hasil resep kacamata yang dikeluarkan selanjutnya dimanfaatkan untuk pembuatan kacamata di optik rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Alurnya mudah dipahami yang penting mengikuti prosedur yang ada," ungkap Edy.

Selain itu, Edy juga berbagi cerita anaknya menggunakan manfaat Program JKN-KIS ketika hendak mendapatkan tindakan operasi Sinusitis. Ketika operasi tersebut, anaknya sedang menjalani kuliah di Makassar, sehingga diputuskan untuk menjalani pengobatan pada salah satu rumah sakit di Makassar.

"Karenanya untuk mendapatkan pelayanan, sesuai dengan ketentuan kami pun mengambil rujukan dari rumah sakit di Toraja karena kebetulan fasilitas kesehatan tempat anak saya terdaftar masih di Toraja. Karena sesuai prosedur proses pengobatan berjalan dengan lancar dan tidak ada biaya kami keluarkan selama mendapatkan pelayanan kesehatan," tuturnya.

Pada akhir percakapan, Edy memberikan apresiasi bagi Program JKN-KIS yang telah banyak berkontribusi membantu masyarakat dalam mendapatkan jaminan kesehatan. Ia juga berharap agar Program JKN-KIS dapat semakin berjalan secara optimal dan semakin baik ke depannya.

"Kita semua berharap agar setiap masyarakat dapat mendaftarkan dirinya sebagai peserta JKN-KIS sesuai dengan amanat undang-undang, karena mendapatkan jaminan kesehatan merupakan hal yang wajib dan menjadi hak dari setiap warga negara," ujarnya.

(fhs/ega)