5 Penelusuran Polisi di Kasus SMK di Batam Dianiaya Pakai Rantai

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 08:24 WIB
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Goldenhardt (Foto: Raja Ail/detikcom)
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Goldenhardt (Raja Adil/detikcom)
Jakarta -

Polisi terus mendalami kasus penganiayaan pakai rantai terhadap lima siswa SMK penerbangan di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Sejauh ini polisi telah memeriksa sembilan orang saksi.

Kasus ini diusut polisi setelah ada laporan dari siswa. Kasus ini terdaftar dalam laporan polisi (LP) bernomor LP-B/138/XI/2021/SPKT-Kepri. LP itu dibuat pada 19 November 2021.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt mengungkapkan kelima korban itu berinisial IN, SA, RA, GA, dan FA. Polisi telah melayangkan permintaan untuk dilakukan visum hingga menyita bukti berupa foto korban sedang dirantai.

Berikut hasil penelusuran polisi mengenai kasus itu:

1. Polisi Kantongi Visum 5 Korban

Polisi mengatakan telah mengantongi barang bukti berupa foto dan hasil visum korban. Namun polisi belum menyampaikan hasil visum itu.

"Untuk barang bukti masih dokumen foto-foto dan visum," ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt saat dimintai konfirmasi, Senin (22/11/2021).

"Untuk hasil visum, karena merupakan bagian dari proses penyelidikan, belum dapat saya sampaikan," sambungnya.

2. Periksa 9 Saksi

Polisi telah memeriksa sembilan saksi dalam kasus ini. Sembilan saksi terdiri atas orang tua dan korban.

"Saat ini masih proses penyelidikan, terus dikumpulkan alat bukti. Sudah sembilan saksi diperiksa. Mereka adalah orang tua dan siswa yang diduga korban kekerasan di sekolah," ujar Harry.

Simak selengkapnya di halaman berikut