Polisi Periksa 9 Saksi Terkait Siswa SMK di Batam Diduga Dianiaya Pakai Rantai

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 12:41 WIB
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Goldenhardt (Foto: Raja Ail/detikcom)
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Goldenhardt (Raja Ail/detikcom)
Batam -

Polisi terus mendalami kasus dugaan kekerasan yang menimpa siswa di SMK Penerbangan Dirgantara Kota Batam, Kepulauan Riau. Sembilan orang saksi dari orang tua dan korban sudah diperiksa polisi.

"Saat ini masih proses penyelidikan, terus dikumpulkan alat bukti. Sudah sembilan saksi diperiksa, mereka adalah orang tua dan siswa yang diduga korban kekerasan di sekolah," ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Goldenhardt kepada wartawan, Kamis (25/11/2021).

Goldenhardt mengatakan kasus itu mulai diusut setelah menerima laporan orang tua siswa. Dalam laporan, anak mereka diduga dianiaya pembina sekolah.

"Yang melaporkan kemarin orang tuanya, itu karena si siswa masih di bawah umur. Yang dilaporkan sementara dari pembina sekolah, keterangan mereka," kata Golden.

Goldenhardt memastikan Polda Kepri tak pandang bulu dalam mengusut kasus itu. Sementara itu, siswa yang diduga jadi korban kekerasan sudah didampingi psikolog dari Polda Kepri.

"Kalau proses penyidikan kita tidak mengenal siapa dia. Kalau kondisi siswa sekarang kita lakukan pendampingan dan konsultasi dengan psikiater-psikolog untuk pendampingan," katanya.

Sebelumnya, polisi menyelidiki kasus lima siswa SMK Penerbangan Dirgantara di Kota Batam yang diduga menjadi korban penganiayaan. Mereka diduga mendapat kekerasan menggunakan rantai.

Kasus ini teregister dalam laporan polisi (LP) bernomor LP-B/138/XI/2021/SPKT-Kepri. LP itu dibuat pada 19 November 2021. Kekerasan terjadi di lingkungan sekolah yang terletak di Jalan Engku Putri Komplek Taman Eden No 7-8, Kota Batam.

Simak video 'Remaja Putri di Kota Malang Dianiaya, Sebelumnya Korban Diduga Dilecehkan':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)