Kisah Pantang Menyerah Guru Penyandang Disabilitas di Pekanbaru

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 17:15 WIB
Asdilita saat  menjalani pemeriksaan untuk kaki palsu baru (dok. Istimewa)
Asdilita saat menjalani pemeriksaan untuk kaki palsu baru (dok. Istimewa)
Pekanbaru -

Kisah inspiratif datang dari seorang guru bernama Asdilita Okta Gumaningrum. Guru penyandang disabilitas ini tak pernah menyerah untuk mengajar di MTs Negeri 1 Andalan, Pekanbaru.

Asdilita mengalami kelumpuhan pada kaki kirinya. Dia selalu mengejar cita-citanya menjadi tenaga pendidik setelah lulus dari Fakultas MIPA Universitas Riau pada 2015.

Wanita yang akrab disapa Lita ini bercerita sempat tertunda lulus kuliah gara-gara dampak kabut asap pekat pada 2015 di Riau. Setelah lulus, Lita diminta kembali ke kampung halaman di Bandar Lampung.

"Saya alumni MIPA Jurusan Fisika di Unri. Lulus kuliah 2015, wisuda saya tertunda karena saat itu kabut asap pekat," kata Lita membuka cerita pada Hari Guru, Kamis (25/11/2021).

Dari kampung halamannya, Lita melihat lowongan formasi CPNS untuk penyandang disabilitas. Setelah melewati serangkaian tes CPNS pada 2018, Lita lulus dan menjadi guru di MTs 1 Andalan.

"Sejak 2020 saya mengajar di MTs 1. Apa yang saya dapatkan adalah anugerah dari Allah SWT, saya lulus dari seleksi khusus dan menjadi seorang guru," katanya.

Bagi Lita, keterbatasan bukan penghalang untuk mengabdi sebagai seorang guru. Dia mengaku kekurangan fisik bukan alasan untuk tidak berbuat sesuatu.

"Memang fisik membatasi gerak kita, tetapi tak membatasi mimpi, kehidupan dan cita-cita saya. Apalagi saya biasa terdidik tanpa bergantung pada orang lain. Intinya, ada niat pasti kita bisa," kata Lita.

Untuk membantu proses belajar-mengajar, Lita menggunakan kaki palsu yang terbuat dari besi. Setiap hari, Lita berangkat dari rumah yang berjarak 12 km menuju sekolah dengan sepeda motor.

Pada Hari Guru ini, kisah Lita diangkat siswa MTs 1 lewat video pendek. Kerja keras Lita sebagai guru pun sampai ke telinga Gubernur Riau Syamsuar, yang memberi hadiah kaki palsu baru.

"Kemarin, atas bantuan Pak Gubernur Riau, saya dapat alat bantu kaki baru. Saya diundang datang ke RSUD Arifin Achmad untuk berkonsultasi sama dokter spesialis," kata Lita.

Lita mengatakan alat bantu yang baru ini lebih nyaman dipakai dibanding yang dimilikinya selama ini. Lita mengatakan bakal terus mengajar.

"Alat bantu kaki yang dibantu Gubernur jenisnya lebih bagus. Mirip dengan kaki manusia. Jadi lebih nyaman walaupun harus dipesan dulu sesuai ukuran kaki saya," kata Lita.

Siswa Lita, Raja Maylahana, mengatakan banyak siswa yang dekat dengan Lita. Mereka memanggil Lita dengan julukan 'Bunda Lita'.

"Bunda Lita menginspirasi kami, tentunya kami siswa lebih giat lagi. Sosok Bunda Lita ini sangat menginspirasi kami di Hari Guru ini, semangatnya, cara mengajarnya patut kami jadikan panutan," katanya.

Atas video pendeknya, Maylahana bersama teman sekelasnya kini menjadi juara lomba video pendek di Hari Guru. Mereka meraih juara I dengan tema 'Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan'.

(ras/haf)