Terima Lahan Hibah 15 Hektare, Kemnaker Akan Bangun BLK Morowali

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 15:28 WIB
Kemnaker
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan menerima hibah berupa lahan dari Pemerintah Kabupaten Morowali. Lahan seluas 15 hektare tersebut nantinya akan dibangun Balai Latihan Kerja (BLK) dengan status Unit Pelayanan Teknis Pusat (UPTP) yang dikelola oleh Kemnaker.

Berita serah terima ditandatangani oleh Dirjen Binalavotas Kemnaker, Budi Hartawan dan Bupati Morowali, Taslim di Kantor Bupati Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (25/11). Selain lahan, dalam kesempatan tersebut juga diserahkan UPTD BLK Morowali yang selanjutnya akan menjadi UPTP BLK Kemnaker.

Menaker Ida Fauziyah, yang juga hadir menyaksikan proses penandatangan mengapresiasi Pemkab Morowali yang telah menghibahkan lahan dan BLK. Menurutnya, hibah lahan dan BLK merupakan bentuk upaya dan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kompetensi SDM.

"Saya berharap perusahaan dan industri yang ada di Kabupaten Morowali untuk bersama-sama meningkatkan kompetensi pekerja dan calon pekerja di Kabupaten Morowali dan sekitarnya," kata Ida dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11/2021).

Hal ini ia sampaikan usai menyaksikan serah terima lahan dan BLK serta meninjau langsung lahan pembangunan BLK. Di kesempatan tersebut, Ida juga menjelaskan Morowali merupakan salah satu daerah kini berubah menjadi daerah industri dengan pertumbuhan pesat.

Menurutnya, hal ini harus diimbangi dengan pembangunan SDM. Dengan demikian, SDM di Morowali dan sekitarnya dapat merasakan secara langsung manfaat perkembangan industri di wilayahnya.

Ida menyampaikan nantinya pihaknya akan bekerja sama dengan pihak terkait dalam pengembangan BLK tersebut. Adapun pengembangan BLK nantinya akan menyesuaikan dengan kebutuhan lokal, kejuruan prioritas yang akan dikembangkan di UPTP BLK Morowali adalah pertambangan, pertanian, peternakan, perkebunan, dan kelautan.

"BLK ini akan menyinergikan pemerintah daerah maupun stakeholder yang lain, dunia usaha dan dunia industri. Sehingga pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan harus menyesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri khususnya di Kabupaten Morowali dan sekitarnya," paparnya.

Ida menambahkan pengembangan UPTP BLK Morowali juga merupakan wujud dari implementasi kebijakan 9 Lompatan Menteri Ketenagakerjaan yang salah satunya adalah Transformasi BLK. Dalam hal ini, Transformasi BLK bertujuan untuk menjadikan BLK menjadi Pusat Pengembangan Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja yang memiliki daya saing baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dikatakan Ida, salah satu komponen target dari Transformasi BLK adalah kehadiran UPTP BLK di setiap provinsi. Adapun saat ini, Kemnaker baru memiliki 21 UPTP BLK di 13 provinsi.

"Sehingga kami masih harus menghadapi perjuangan yang cukup panjang untuk dapat memenuhi target tersebut," katanya.

Ida mengungkapkan kehadiran UPTP BLK Morowali akan menjadi perwakilan pemerintah pusat dalam melaksanakan fungsi pembinaan pelayanan pelatihan berkualitas sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah.

Di samping itu, BLK Morowali juga menjadi perwakilan dalam melakukan fungsi pembinaan dan koordinasi kepada seluruh BLK UPTD kabupaten/kota dan stakeholders pelatihan lainnya di tingkat provinsi.

"Sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi penting, bukan hanya bagi masyarakat Kabupaten Morowali, namun juga bagi masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah dan juga bagi Indonesia," pungkasnya.

(akn/ega)