Gandeng Austria, Pemerintah Bangun BLK Maritim di Makassar

Inkana Putri - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 19:56 WIB
Menaker Ida Fauziah
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan mulai membangun Balai Latihan Kerja (BLK) Maritim di Makassar. Pembangunan BLK ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Austria yang dibiayai oleh Pemerintah Austria melalui skema soft loan.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyampaikan pengembangan BLK Maritim terdiri dari 4 komponen utama. Komponen ini di antaranya, konstruksi gedung; pengadaan peralatan pelatihan; pengembangan kurikulum, silabus, program dan modul pelatihan; dan pelatihan instruktur dan manajemen sesuai dengan standar Austria yang diakui di Eropa.

"Tentunya dengan kebutuhan di Indonesia, serta pelatihan instruktur dan manajemen," ujar Ida dalam keterangan tertulis, Selasa (23/11/2021).

Hal ini ia sampaikan dalam acara Ground Breaking Ceremony Pengembangan BLK Maritim di BLK Makassar, Sulawesi Selatan hari ini

Lebih lanjut Ida menjelaskan program BLK Maritim merupakan bagian dari pengembangan Vocational Training Center (VTC) di BLK Makassar. Program ini merupakan wujud implementasi kebijakan 9 Lompatan Besar Kemnaker, yaitu menjadikan BLK sebagai pusat pengembangan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja berdaya saing nasional maupun internasional.

Adapun beberapa komponen dalam transformasi BLK dilakukan melalui revitalisasi sarana dan prasarana, serta revolusi SDM. Ida berharap proyek pengembangan BLK Maritim dapat berkontribusi bagi masyarakat di sekitar BLK Makassar dan seluruh Indonesia.

"Saya berharap kegiatan ini dapat dimulai pada tahun 2022, dengan adanya kegiatan ini dapat terjalin kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Austria khususnya di bidang pelatihan kejuruan serta dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kedua negara," ungkapnya.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Budi Hartawan, menyampaikan tentang hal-hal penting yang perlu dilakukan terkait penerapan kebijakan transformasi BLK.

Dalam hal ini, Budi menilai inovasi dalam pola pendanaan revitalisasi BLK perlu dilakukan, baik dari segi sarana dan prasarana, program pelatihan, dan peningkatan kapasitas instruktur.

"Salah satu pola pendanaan yang dapat diimplementasikan melalui pinjaman luar negeri dari Pemerintah Austria dalam kegiatan pengembangan BLK Maritim di 3 lokasi, yaitu BBPLK Medan, BBPLK Serang, dan BLK Makassar," ucap Budi.

Sementara itu, Kuasa Usaha Duta Besar Austria untuk Indonesia, Philipp Rössl, menyebut khusus BLK di Makassar, pelatihan ini akan mendukung pengembangan potensi daerah di bidang perikanan dan kelautan.

Adapun nantinya pusat pelatihan kejuruan maritim akan menawarkan kursus baru di bidang listrik, pengerjaan logam, teknik kelautan, pengerjaan serat kayu dan kaca, serta pengelasan. Pelatihan akan dilakukan secara komprehensif berupa pendalaman teori di kelas, latihan simulator mesin dan simulator elektrik di bengkel, dan kerja praktek di industri.

"Peran serta industri menjadi salah satu elemen utama dalam pelaksanaan program pengembangan BLK Maritim Makassar melalui pembentukan forum industri atau dewan keterampilan dari industri maritim dalam dan luar negeri yang akan memberikan pembinaan," pungkasnya.

(ega/ega)