Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional, Ini Sejarahnya

Salma Rafifa Aprillya - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 13:31 WIB
Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional jatuh di hari ini, Kamis, 25 November 2021.
Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional, Ini Sejarahnya -- Ilustrasi kekerasan Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional jatuh hari ini, Kamis, 25 November 2021. Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional ini merupakan hari penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Kekerasan terhadap perempuan merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang paling banyak terjadi di dunia. Sekitar 1 dari 3 perempuan pernah mengalami kekerasan fisik dalam hidup mereka, biasanya hal tersebut dilakukan oleh pasangan mereka.

Simak informasi mengenai Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional yang sudah kami rangkum berikut ini.

Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional: Ini Sejarahnya

Dilansir dari situs PBB, para aktivis hak-hak perempuan menetapkan tanggal 25 November sebagai hari melawan kekerasan berbasis gender sejak tahun 1981. Tanggal ini dipilih untuk menghormati tiga aktivis politik dari Republik Dominika yang dibunuh secara brutal pada tahun 1960 atas perintah penguasa negara Rafael Trujillo (1930-1961).

Lalu, pada 20 Desember 1993, Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan melalui resolusi 48/104. Hal ini membuka jalan menuju pemberantasan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia.

Akhirnya pada 7 Februari 2000, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi 54/134 yang secara resmi menetapkan 25 November sebagai Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional. Sejak saat itu, tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional tiap tahunnya.


Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional: Penting untuk Diperingati

Mengutip dari situs resmi PBB, kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu pelanggaran hak asasi manusia yang paling banyak dilakukan saat ini. Kekerasan terhadap perempuan terus menjadi hambatan untuk mencapai kesetaraan, pembangunan, perdamaian serta pemenuhan hak asasi perempuan.

Kekerasan terhadap perempuan ini meliputi:

  1. Kekerasan dari pasangan
  2. Kekerasan dan pelecehan seksual
  3. Perdagangan manusia
  4. Mutilasi alat kelamin perempuan
  5. Pernikahan anak

Tema hari anti kekerasan terhadap perempuan internasional tahun ini dapat disimak di halaman selanjutnya

Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional: Tema Tahun Ini

Dilansir dari situs PBB, di masa pandemi COVID-19, jumlah perempuan yang mengalami kekerasan semakin meningkat. Laporan baru dari PBB semenjak pandemi, dari 13 negara menunjukan ada 2 dari 3 perempuan yang mengalami beberapa bentuk kekerasan.

Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional tahun ini bertemakan 'Oranyekan Dunia: Akhiri Kekerasan terhadap Perempuan Sekarang!'. Oranye merupakan warna yang mewakili masa depan yang cerah dan bebas dari kekerasan terhadap perempuan.

Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional: Peringatan Tahun ini

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional tahun ini diperingati dengan diadakannya acara selama 16 hari yang dimulai dari 25 November sampai 10 Desember mendatang. Beberapa acara publik akan diadakan untuk memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional tahun ini.

Acara ini dipimpin oleh Sekretaris Jenderal PBB dan PBB Perempuan sejak 2008 lalu. Acara ini bertujuan untuk mencegah dan menghapus kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia, serta menyerukan aksi global untuk meningkatkan kesadaran dalam kekerasan perempuan.

Acara peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional ni memiliki sejumlah kegiatan, di antaranya adalah:

  1. Acara resmi PBB pada 24 November
  2. Webinar online melalui situs PBB Perempuan
  3. Peluncuran laporan data terbaru tentang kekerasan dalam gender
  4. Beragam acara berbasis online lainnya.
(azl/imk)