Sederet Program Kominfo untuk Cegah Penyalahgunaan Ruang Digital

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 10:12 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate
Foto: Kemkominfo
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate menilai ruang digital memberi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas, namun masih kerap disalahgunakan. Untuk itu, ia meminta pemerintah melakukan penegakan hukum dengan mengutamakan pendekatan restorative justice serta peningkatan kecakapan digital.

"Kalau (dalam terminologi) hukum ada KUHP di ruang fisik, perlu juga ada KUHP di ruang digital yang mengatur dan menata kelola setiap aktivitas di dalam ruang digital. Kita mengutamakan selalu di dalam penegakan hukum, tapi tetap saja saat ini untuk masyarakat kita butuhkan pendekatan restorative justice sebelum ultimum remedium itu ditetapkan," jelas Johnny dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11/2021).

Dalam Ngobral Series Day 1 oleh ISED tentang Cakap Digital, Hindari Disinformasi yang berlangsung Selasa (23/11), Johhny mengatakan upaya menjaga dan mengajak masyarakat untuk produktif di ruang digital memang bukan hal yang mudah. Meski demikian, ia menyebutkan Kementerian Kominfo telah mengambil inisiatif dengan menghadirkan program-program kecakapan digital dari tingkat dasar, menengah dan atas.

"Ruang digital menuntut kita supaya cakap digital, tapi faktanya kita punya tantangan yang besar terkait dengan kecakapan digital itu tersendiri. Di tingkat dasar misalnya kami menyiapkan empat kurikulum khusus di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture. Digital ethics ini nanti yang berkaitan dengan hoax, misinformasi dan disinformasi," tandasnya.

Ia menambahkan, kecakapan digital tingkat dasar dibangun melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang menjangkau masyarakat di seluruh Tanah Air. Johnny menyebutkan di tahun 2021, pihaknya melakukan kegiatan basic digital skills atau literasi digital dengan menyasar 12,5 juta rakyat di seluruh Indonesia.

"Ini juga untuk mendorong agar rakyat, ibu-ibu, oma-oma, tante-tante, om-om di kampung-kampung yang bergerak di bidang UMKM dan ultra mikro serta artisan bisa digitally on boarding, bisa ikut bermigrasi untuk menjadi UMKM, ultra mikro digital," ujar Johnny.

Selain itu, lanjutnya, GNLD Siberkreasi juga menggelar pelatihan literasi digital tingkat dasar secara masif guna meningkatkan digital skills untuk mendorong UMKM onboarding.

"Saat ini ada sekitar 64 juta UMKM dan sebagai penopang 60% dari GDP nasional, tetapi sangat sedikit di antaranya yang sudah digital on boarding. Sudah lebih dari 15 juta (UMKM onboarding) sampai dengan akhir tahun 2021 ini, kita harapkan nanti sampai tahun 2024 setengah dari UMKM kita ini sudah digital onboarding dan skills up," terangnya.

Klik halaman selanjutnya >>>