Bertemu Dubes Denmark, Menkominfo Bahas Teknologi Bencana-Kesehatan

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 22:36 WIB
Menteri Jhonny Terima Dubes Denmark
Foto: Kemkominfo
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate menerima kunjungan Duta Besar Denmark untuk Indonesia, H.E. Lars Bo Larsen. Pertemuan ini membahas hubungan kerja sama dalam bidang teknologi kebencanaan, kesehatan, dan keamanan data pribadi masyarakat di ruang digital.

"Saya baru saja selesai pertemuan, courtesy dengan Duta Besar Denmark untuk Indonesia, H.E Lars Bo Larsen. Kami mendiskusikan banyak hal terkait hubungan Indonesia dan Denmark yang barangkali secara umum masyarakat belum banyak yang tahu," ujar Johnny dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/11/2021).

Dalam pertemuan di Ruang Kerja Menkominfo, Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat (19/11), Johnny menjelaskan pokok bahasan diskusi dengan Dubes Denmark. Salah satunya terkait teknologi kebencanaan yang bisa diterapkan di Indonesia.

"Pertama, kita diskusikan tentang Denmark yang mempunyai teknologi kebencanaan dan saat ini menyiapkannya untuk bekerja sama pada sektor public protection and disaster di Indonesia," jelasnya.

Menurut Johnny, Denmark memiliki teknologi yang bisa mendukung koordinasi tata kelola lintas kementerian dan lembaga dalam penanganan bencana dan perlindungan publik. Teknologi semacam ini diperlukan, mengingat Indonesia rawan terjadi bencana alam karena letaknya yang berada di kawasan ring of fire.

"Kebetulan karena saat ini era transformasi digital, ada teknologi digital yang bisa digunakan untuk memudahkan penanganan bencana baik yang berkaitan dengan early warning system, maupun penanganan saat bencana (during disaster) serta penanganan setelah bencana (postdisaster). Teknologi yang ada di Denmark sudah dikenal secara global, jadi teknologi ini yang kami diskusikan," paparnya.

Dia mengharapkan Pemerintah Denmark bisa segera menyampaikan proposal kerja sama yang bisa dikembangkan untuk penanganan bencana di Indonesia. Ia menilai persiapan perlu dilakukan terutama berkaitan dengan pembiayaan yang melibatkan kementerian dan lembaga lain.

"Agar kita bisa teruskan di dalam prosedur dan tata kelola pemerintahan di Indonesia, termasuk Bappenas dan Kementerian Keuangan menyangkut soal pembiayaan. Melihat project size dengan perkiraan jumlah yang cukup besar mencapai Setengah Miliar Dolar Amerika Serikat, diperlukan kesiapan dengan baik untuk mewujudkan kerja sama itu," ujarnya.

Adapun poin kedua yang menjadi pembahasan dalam pertemuan berkaitan dengan pelayanan dari daerah dengan menggunakan teknologi remote yang ada di Dermark.

"Misalnya vaccine health remote. Itu ada teknologinya, kebetulan sejalan dengan pembangunan yang dilakukan oleh Kominfo yakni membangun infrastruktur-infrastruktur teknologi informatika di seluruh wilayah 3T," jelasnya.

Dikatakannya, teknologi tersebut bisa digunakan untuk pelayanan kesehatan, terutama untuk daerah terluar, tertinggal dan terdepan atau 3T. "Tentu ini harus dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan," tegasnya.

Pokok bahasan lainnya yaitu terkait ruang digital. Keduanya sempat berbincang mengenai regulasi yang relevan, berkaitan dengan perlindungan data pribadi.

"Kami bertukar pandang terkait dengan ruang digital. Kami mendiskusikan, bagaimana data pribadi itu tetap bisa di dalam tata kelola negara dengan sistem pemerintahan negara masing-masing, juga dapat membuka peluang kerjasama antar negara atau Cross-Border Data Flow dan Data Flow with Trust," tuturnya.

Ia menjelaskan pembahasan mengenai perlindungan data pribadi juga akan menjadi salah satu isu yang akan dibawa Republik Indonesia dalam Digital Economy Working Group G20.

"Ada tiga topik yang akan dibawa oleh Indonesia di dalam DEWG. Pertama, Post recovery dan Connectivity. Kedua yang terkait dengan digital literacy, ketiga Cross-Border Data Flow with Trust. Jadi, ketiga agenda itu kita bahas untuk menyamakan persepsi antara Indonesia dan Denmark, dimana mereka bagian dari European Union (Uni Eropa)," tukasnya.

Sebagai informasi, dalam pertemuan tersebut, Menteri Johnny didampingi Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latif. Sementara Dubes Denmark didampingi Head of Trade, Jacob Kahl Jepsen dan Advisor on ICT, Masayu Octora.

Diketahui, kerja sama RI dan Denmark telah berlangsung lebih dari 71 tahun. Bahkan sejak tahun 2017, hubungan bilateral kedua negara semakin dekat dengan fokus pada bidang ekonomi, keamanan dan sosial budaya.

(fhs/fhs)