Mendagri: Aparat Kawal Nelayan Natuna di Titik Rawan Laut Cina Selatan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 06:20 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md dan Mendagri Tito Karnavian di Natuna (Foto: Kadek/detikcom)
Foto: Menko Polhukam Mahfud Md dan Mendagri Tito Karnavian di Natuna (Foto: Kadek/detikcom)

Ali menuturkan untuk penjagaan di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) ke depan akan dilakukan secara bergantian dengan melibatkan kekuatan TNI AU. Untuk saat ini kata Ali, pihaknya mengusahakan setidaknya ada lima KRI di Laut Natuna setiap saat.

"Sekarang saja diusahakan setiap saat ada lima unsur KRI di perairan Natuna, ditambah satu pesawat udara patroli maritim kemudian ditambah satu heli itu setiap saat. Mungkin nanti untuk penjagaan di ZEE akan bergantian ini juga nanti ke depan akan kita padukan dengan kekuatan udara yang ada di sini," ucapnya.

"Di sini di angkatan udara di Natuna sudah dibangun skadron, baru saja diresmikan mungkin dua minggu yang lalu oleh bapak KSAL, itu satu skadron ufv yang bisa terbang selama 30 jam. Itu nanti akan dipadukan dengan patrolinya KRI yang ada di laut untuk mengawasi ZEE ini," lanjutnya.

Ali menjelaskan nantinya semua unsur pertahanan akan bersinergi. Sehingga kata Ali, perbatasan Laut Natuna bisa dipagari oleh sejumlah unsur keamanan dengan cara berpatroli bergantian.

"Terkait pola operasi nanti kita coba sinergikan atau padukan dengan apa yang dilakukan dengan Bakamla. Jadi nanti bisa melaksanakan patroli secara bergantian dan semua daerah perbatasan lut ini bisa dipagari oleh unsur-unsur kita," imbuhnya.


(dek/aud)