Beredar Kabar Tanda Tangan SK Rais Aam PBNU Palsu, Wasekjen Membantah

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 21:49 WIB
gedung PBNU
Foto: nu.or.id
Jakarta -

Muncul isu ada pemalsuan tanda tangan Pj Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam penerbitan surat keputusan (SK) pengurus wilayah dan pengurus cabang. Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ulil Abshar membantah isu tersebut.

Ulil menjelaskan soal proses mengeluarkan SK sesuai aturan. Baik AD/ART maupun Peraturan Organisasi tentang Tata Cara dan Prosedur Penerbitan Surat Keputusan.

Pengajuan SK PCNU harus ada Rekomendasi PWNU setempat ditandatangani 4 orang (Rais Syuriah, Katib Syuriyah, Ketua Tanfidziyah, dan Sekretaris Tanfidziyah) dengan lampiran berkas berita acara lengkap konferensi dan rapat Tim Formatur.

Sementara itu, untuk pengajuan SK PWNU, permohonan tim formatur ditanda tangani oleh Rais Syuriyah terpilih sebagai Ketua Formatur dan Ketua Tanfidziyah terpilih sebagai Sekretaris dengan dilampiri berita acara hasil Konferensi dan persyaratan lain yang diatur dalam Bab/Pasal pengajuan Surat Keputusan.

Setelah dicek kelengkapannya, surat permohonan dimajukan ke Kesekjenan untuk di disposisi. Jika disetujui selanjutnya dimintakan tanda tangan pengurus, yaitu Pj Rais Aam, Katib Aam, Ketua Umum, dan Sekretaris Jenderal PBNU dengan melampirkan disposisi.

"Jadi tidak benar kalau ada tanda tangan SK discan atau dipalsukan, karena prosesnya langsung bertemu 4 orang tadi. Sedangkan untuk kontrol SK-SK ada petugasnya dari sekretariat yang membawa berkas minta tanda tangan basah", ujar Ulil dalam keterangannya, Rabu (24/11/2021).

"Kami sudah baca berita itu, dan kami merasa perlu untuk menjelaskan. Dari berita itu kan, KH Anwar Iskandar sendiri mengatakan kalau kabar ini benar... dst. Artinya kan kabarnya masih kabar burung, maka sebaiknya beliau tabayun terlebih dahulu agar tidak menjadi fitnah," ungkapnya.

Ulil menyampaikan, sampai saat ini, belum ada tabayun ke Sekretariat PBNU terkait SK-SK yang disebut dipalsukan.

"Setiap SK kami mintakan secara langsung tanda tangannya, maka kemungkinan sangat kecil sekali terjadinya tanda tangan SK di-scan," kata Ulil.

"Namun, menjelang muktamar ini memang banyak permohonan SK-SK yang mandek di Syuriyah (Katib Aam & Pj. Rais Aam) walaupun sudah ditandatangani Tanfidziyah (Ketua Umum & Sekjen)," ucapnya.

Simak juga 'Said Aqil Didukung Forum Silaturrahim Maju Kembali Jadi Ketum PBNU':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/idn)