Dugaan Korupsi Masker Rp 2 M di Dinsos Karangasem, 7 Orang Jadi Tersangka

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 18:23 WIB
Kejari Karangasem menetapkan 7 tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan masker di Dinsos Kabupaten Karangasem senilai Rp 2,9 miliar pada tahun 2020. (dok Istimewa)
Kejari Karangasem menetapkan 7 tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan masker di Dinsos Kabupaten Karangasem senilai Rp 2,9 miliar pada tahun 2020. (dok Istimewa)
Denpasar -

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem, Bali, menetapkan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan masker di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karangasem senilai Rp 2,9 miliar pada 2020. Penetapan tersangka setelah melalui pemeriksaan saksi beberapa kali.

Penetapan tersangka ini berdasarkan dua alat bukti yang ditemukan oleh penyidik Kejari Karangasem, yakni keterangan saksi dan dokumen yang berupa surat.

"Penetapan tujuh tersangka dari hasil pemeriksaan saksi terhadap mereka itu. Penyidik berkesimpulan bahwa tujuh orang ini sudah memenuhi dua alat bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka," kata Kajari Karangasem Aji Kalbu Pribadi melalui Kasi Intel Kejari Karangasem I Dewa Gede Semara Putra, Rabu (24/11/2021).

Negara Rugi Rp 2 Miliar Lebih

Ketujuh tersangka terdiri dari 6 pegawai aktif Dinsos Karangasem dan 1 pegawai yang sudah tidak aktif. Mereka berperan dari pengusulan hingga proses pengadaan masker.

"Jadi dari 7 ini kita sebut inisialnya IGB, GS, IWB, INR, IKSA, NKS, dan IGPY. Dari pendapat yang tersangka, kalau dari penerapan tersangka 7 ini semua yang berhubungan mulai sebelum proses saat dan setelah proses pengadaan masker di Dinas Sosial Karangasem dan mereka semua yang menandatangani administrasi semuanya," ujar Semara Putra.

Akibat kasus ini, negara berpotensi mengalami kerugian Rp 2 miliar lebih. Ketujuh tersangka langsung ditahan selama 20 hari.

"Kerugiannya BPKP masih menghitung tetapi kita dari penyidik sudah melakukan penghitungan tersendiri diperkirakan lebih dari 2 miliar," lanjutnya.

"Untuk penahanan ini dari tujuh orang tersebut kita titip di Polsek Kota (Karangasem) 3 orang, di Polsek Bebandem satu orang dan tiga orang kita titip di Polsek Abang," tambah Semara Putra.

Sebelumnya, pada Kamis (27/5), tim penyidik Kejari Karangasem menggeledah kantor Dinas Sosial dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karangasem untuk mencari bukti-bukti.

Dari hasil penggeledahan, penyidik menemukan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pengadaan masker, dari perencanaan hingga distribusi. Selain itu, telah memeriksa beberapa saksi untuk dimintai keterangan soal kasus dugaan korupsi masker di Dinas Sosial Karangasem.

(jbr/jbr)