Kafe dan 3 Bangunan Lain di Atas Saluran Air Kemang Dibongkar Besok

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 15:25 WIB
Bangunan kafe di atas saluran air di kawasan Kemang belum dibongkar. Meski begitu, barang-barang di dalam kafe tersebut mulai diangkut. Ini potretnya.
Kafe di atas saluran air di Kemang (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Lurah Bangka, Firdaus Aulawy R, angkat bicara soal pembongkaran bangunan kafe di atas saluran air di Kemang Utara, Jakarta Selatan. Kafe tersebut akan dibongkar besok (25/11).

"Benar, besok. Jadi besok pagi agendanya masih ada barang di atas (bangunan) kita bantu dulu (dikosongkan). Keluar barang-barang, anak-anak sudah mulai pembongkaran," ujar Firdaus kepada wartawan, Rabu (24/11/2021).

Ada 4 bangunan yang akan dirobohkan. Selain kafe, ada bengkel sepeda, kantor arsitek, dan bangunan kosong yang dirobohkan.

"Ada 4 bangunan, 1 tidak kena, pas di bibir (saluran air). Aman, dia nggak offside dia," katanya.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan sendiri, menurutnya, telah menyiapkan semua peralatan dan tenaga kerja dalam rencana pembongkaran mandiri. Pihaknya kini tinggal menunggu informasi terkait proses pembongkaran.

"Pemerintah kota siap nih. Tinggal ditentukan waktunya. Nanti ditentukan waktunya sama Pak Harry (pemilik kawasan), kita siapkan bantuannya. Bantuan guna untuk pembongkaran, ya personelnya, alatnya, begitu," jelasnya.

"Saya konfirmasi bahwa itu adalah juga penyampaian dari pada beliau (pemilik) dan keluarga pada hari Jumat malam ya. Jadi untuk insinyurnya yang dari sipilnya, untuk yang supaya bangunannya bisa bagus kan. Kalau insinyur pun nggak ada, kita panggilkan dari CITATA, mereka ahli-ahli struktur sipil," sambungnya.

Sekda DKI Jakarta Marullah Matali mengatakan dirinya sudah berkoordinasi ke masing-masing wali kota untuk menindak tegas bangunan yang masih berdiri di atas saluran air. Dia mengatakan bangunan itu menjadi salah satu faktor banjir.

"Udah saya perintahkan ke para wali kota, bukan (Jakarta) Selatan saja, semuanya saya katakan diinventarisir," kata Marullah kepada wartawan, Senin (22/11/2021).

"Itu wali kota lagi rapihin, tidak boleh itu. Waduh kita marah bener gara-gara itu memang jadi banjir," ujarnya.

(isa/isa)