Kurir Ojol yang Gelapkan MacBook Rp 67 Juta Incar Orderan Barang Mewah

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 14:55 WIB
Jakarta -

Polisi menangkap dua kurir ojek online yang menggelapkan MacBook seharga Rp 67 juta. Kedua pelaku, RF (25) dan HS (39), kerap melakukan aksi serupa dengan incaran orderan barang-barang berharga.

Aksi pelaku ini berawal saat keduanya membeli sebuah akun driver ojek online (ojol). Pelaku lalu berpura-pura sebagai pengemudi ojol dalam melakukan aksi kejahatannya.

Menurut Auliansyah, dalam aksinya, pelaku selalu menunggu mendapatkan pesanan dari calon korban yang memesan barang dengan harga mahal. Barang pesanan itu nantinya yang akan diambil pelaku dan tidak dikirimkan kepada korban.

"Dia menunggu di tempat yang benar-benar orang beli barang dengan harga yang mahal. Salah satunya MacBook Pro yang jadi barang bukti ini harganya Rp 67 juta. Kenapa harga laptop Rp 67 juta? Karena ini speknya tinggi di Indonesia. Menurut pengakuan toko, baru masuk beberapa biji," ujar Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Auliansyah mengatakan kedua pelaku pun memiliki trik dalam menghindari pelacakan dari pihak korban. Kedua pelaku diketahui mendaftar akun ojek online itu dengan menggunakan topeng wajah menyerupai pemilik asli akun ojol tersebut.

"Dengan sengaja dia mencoba dengan niatnya dia membuat data dirinya palsu sehingga susah dilacak," terang Auliansyah.

Kasus ini berawal ketika Untung Putro melapor ke Polda Metro Jaya terkait penggelapan MacBook senilai Rp 67 juta tersebut. Penggelapan MacBook itu dilakukan oleh oknum kurir ojol.

"Ternyata ada 15 orang yang pernah jadi korban orang tersebut juga. Jadi orang ini residivislah, sindikatlah. Dia modusnya jual-beli akun ojek online," kata Untung saat dihubungi, Minggu (21/11).

Dia mengatakan pelaku kerap gonta-ganti akunnya saat melakukan aksi tersebut. Barang pesanan ke-15 korban yang dibawa kabur memiliki nilai jual yang bervariasi.

"Yang terlapor sampai sekarang sudah 15 kali dengan orang yang sama dan nilainya fantastis, pasti di atas Rp 10 juta. Ada yang Rp 23 juta, ada yang Rp 28 juta, Rp 40 juta. Saya mungkin salah satu yang paling gede ya Rp 67 juta di satu transaksi," jelasnya.

Kemudian, Untung menyebut pelaku menggunakan KTP palsu untuk mendaftarkan diri sebagai kurir ojek online.

"Jadi akun palsu, KTP palsu. Kalau nama di KTP Hendri Usman, cuma saya yakin itu dia jual akun juga jadi KTP palsu. Karena kami dapet foto KTP, kami kirim tim ke alamat di KTP juga nggak ada orang tersebut," ungkap Untung.

(ygs/mea)