Dendam Dihina Puluhan Tahun, Kakak-Adik Tembak-Bacok Pria di Sumsel

Prima Syahbana - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 10:09 WIB
Kakak Beradik Bunuh Pria di Sumsel
Kakak-adik membunuh pria di Sumsel. (Foto: dok. Istimewa)
Muara Enim - Polisi menangkap kakak-adik inisial H (40) dan S (42) di Muara Enim, Sumatera Selatan, terkait kasus pembunuhan berencana. Pembunuhan sadis yang direncanakan 1 bulan itu dipicu dendam 10 tahun lalu karena kedua pelaku kerap dihina dan dicaci maki korban.

"Iya, kedua pelaku pembunuhan berencana yang kita tangkap merupakan kakak-beradik kandung yang dilatarbelakangi adanya dendam selama 10 tahun," kata Kasat Reskrim Polres Muaraenim AKP Widhi Andika Darma ketika dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (24/11/2021).

Widhi menjelaskan pembunuhan sadis itu dilakukan kedua pelaku pada Minggu (21/11) siang di salah satu kebun milik korban di kawasan Tanjung Agung, Muara Enim. Korban inisial S (60) tewas di lokasi kejadian akibat dibacok golok di lehernya dan ditembak di punggung dengan senjata api rakitan.

"Pembunuhan sadis itu terjadi karena sudah direncanakan oleh keduanya sejak 1 bulan lamanya. Korban tewas dengan luka bacok di leher dan luka tembak di punggung di lokasi kejadian," kata Widhi.

Dari informasi tersebut, kata dia, pihaknya melakukan penyelidikan dan memburu pelaku. Polisi menangkap pelaku pada Senin (22/11) sore di tempat persembunyiannya. Saat akan ditangkap, keduanya mencoba melawan petugas dengan mengibaskan golok.

"Berdasarkan penyelidikan, kita menangkap tersangka. Tersangka sempat melawan anggota dengan mengibaskan golok. Dari tersangka, kita juga mengamankan barang bukti berupa dua pucuk senpira (senjata api rakitan) jenis kecepek dan sebilah golok," katanya.

Saat diinterogasi, sambungnya, kedua tersangka mengakui peristiwa itu dilakukan atas dasar dendam 10 tahun lalu. Menurutnya, aksi nekat itu sengaja dilakukan tersangka diduga karena sakit hati. Dia dan keluarganya kerap dihina korban. Kedua tersangka tidak menyesali telah membunuh korban.

"Menurut pengakuan kedua tersangka, karena adanya dendam. Korban sering sekali menghina dan menjelek-jelekkan tersangka dan keluarga. Keduanya juga mengaku tidak menyesal telah membunuh korban karena 10 tahun sudah menahan dendam dari ejekan korban dan hinaan serta suka memfitnah," ungkapnya.

"Untuk kedua tersangka, kita kenakan pasal berlapis, yaitu Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Undang-Undang Darurat tentang Kepemilikan Senjata Api Ilegal dengan ancaman hukuman mati atau 20 penjara," jelas Widhi. (maa/maa)