Usai Diperiksa soal Laporan Luhut, Fatia: Tak Ada Tendensi Cemarkan Nama Baik

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 15:07 WIB
Jakarta -

Fatia Maulidiyanti telah menjalani pemeriksaan sebagai terlapor atas kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Fatia menyebut dirinya ditanya soal motif pembuatan konten video YouTube yang menyinggung nama Luhut di bisnis tambang Papua.

Fatia menjelaskan, dalam video berjudul 'Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya' yang menjadi dasar laporan polisi Luhut, dia dan Haris Azhar sama sekali tidak memiliki tendensi untuk melakukan pencemaran nama baik seseorang.

"Jadi makanya sebuah siaran di YouTube itu untuk memberikan kejelasan kepada publik terkait situasi di Papua. Tidak ada tendensi sama sekali untuk merugikan satu-dua pihak individu untuk mencemarkan nama baik. Tapi semuanya murni atas tujuan untuk membuka bagaimana situasi yang terjadi di Papua dan informasi kepada publik," kata Fatia di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (23/11/2021).

Fatia menyebut seharusnya Luhut tidak perlu menghabiskan waktu dalam membuat laporan polisi atas konten YouTube yang dibuatnya dan Haris Azhar. Luhut, kata Fatia, harusnya menjadikan konten di video itu sebagai referensi dalam penanganan masalah di Papua.

"Jadi sebetulnya tidak perlu banyak urusi kasus individualistik seperti ini. Justru negara seharusnya, ketika ada situasi seperti ini, bisa buka klarifikasi dengan data lain ataupun datang ke Papua dan juga tolong orang-orang Papua serta berikan keadilan dan hak asasi manusia bagi orang-orang Papua," katanya.

Lebih lanjut Fatia pun angkat bicara dengan permintaan dari Luhut yang meminta kasus ini dibawa ke pengadilan. Dia pun menyanggupi permintaan tersebut dan mengaku telah mengantongi sejumlah bukti untuk dibuka di pengadilan.

"Jadi jika ingin dibuka ke pengadilan, kami siap dan kami sudah siapkan berbagai data yang memang sudah dipersiapkan untuk proses tersebut," ujar Fatia.