IFAD Sebut Cuma Indonesia yang Melokalkan SDGs hingga ke Level Desa

Atta Kharisma - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 13:54 WIB
IFAD Sebut Cuma Indonesia yang Melokalkan SDG Hingga ke Level Desa
Foto: Kemendes
Jakarta -

Program Sustainable Development Goals (SDGs) Desa mendapatkan pujian dari International Fund for Agricultural Development (IFAD). Program tersebut merupakan gagasan dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar.

Berkat program tersebut, Indonesia kini menjadi satu-satunya negara yang mampu menerjemahkan tujuan pembangunan berkelanjutan hingga ke level desa dan diyakini mampu membangkitkan perekonomian desa.

"Membayangkan semua desa mempunyai data mereka sendiri, untuk merencanakan pembangunan mereka adalah suatu hal yang fantastis. Menurut saya tidak ada negara lain yang dapat melokalkan SDGs seperti ini dalam SDGs Desa. Menurut saya tidak ada negara lain yang melakukan hal ini," kata Direktur Kantor Perwakilan IFAD Indonesia Ivan Cossio Cortez dalam keterangan tertulis, Senin (22/11/2021).

Menurut Ivan, SDGs Desa merupakan ide yang unik dan luar biasa karena mengakomodir data secara mikro sehingga dapat mengetahui kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan. Sebagai dukungan terhadap program tersebut, Ivan menyatakan kesiapannya untuk membantu menyebarluaskan gagasan Mendes PDTT itu ke kancah internasional.

"Jika Bapak izinkan, saya bisa mulai share pendekatan (SDGs Desa) ini. Saya bisa bilang bahwa IFAD siap dengan senang hati men-support Bapak. Kami siap kontak teman-teman UN dan meyakini bahwa FAO yang memiliki kekuatan analisis dalam bidang ekonomi sangat bisa membantu Bapak," ungkapnya.

SDGs Desa adalah upaya terpadu untuk mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, desa ekonomi tumbuh merata, desa peduli kesehatan, desa peduli lingkungan, desa peduli pendidikan, desa ramah perempuan, desa berjejaring, dan desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. SDGs Desa merupakan peran pembangunan berkelanjutan yang masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021.

SDGs Desa memang berhasil menarik perhatian organisasi internasional, salah satunya IFAD. Saat ini IFAD dan Kemendes PDTT juga tengah bekerja sama dalam program TEKAD yang menaungi lima provinsi, yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

Niat IFAD untuk mempublikasikan SDGs Desa secara resmi ke kancah internasional disambut baik oleh pria yang kerap disapa Gus Halim itu. Kendati demikian, ia mengakui masih ingin terus memaksimalkan hasil dari SDGs Desa sehingga dapat dicontoh secara utuh oleh negara-negara lain.

"Kalau dalam konteks itu namanya gagasan pasti kita ingin sharing ke semua pihak, maka kita sampaikan ke berbagai pihak, meski di sisi lain saya harus tunjukkan dulu ini konsepnya, ini proses implementasinya, ini barangnya. Supaya apa yang disampaikan tidak hanya jadi angan-angan saja. Sekarang sedang kita persiapkan," ungkapnya.

Modernisasi data berbasis SDGs Desa juga masih berlangsung di desa seluruh Indonesia. Rencananya, hal ini akan dilanjutkan dengan pemetaan desa sesuai dengan permasalahan-permasalahan yang dimiliki.

"Setiap tahun akan kita lakukan kompetisi desa-desa dalam hal pencapaian SDGs dengan skor seratus. Sehingga kita akan punya peta desa tanpa kemiskinan berapa, desa tanpa kelaparan berapa, capaiannya berapa itu sampai pada kelembagaan desa dinamis dan budaya desa. Ini juga terkait dengan pelayanan dan lain-lain," pungkasnya.

(fhs/ega)