7 Provinsi Kasus Mingguan Corona Teratas, Jakarta Paling Tinggi

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 10:54 WIB
Masa Berlaku Tes PCR Diperpanjang, Ini Serba-serbi Informasinya
Ilustrasi tes PCR (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Wanti-wanti Kenaikan Kasus

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa kenaikan kasus Corona di Eropa saat ini mayoritas disebabkan oleh varian Delta, anak varian Delta, hingga cucu varian Delta. Merespons hal itu, Jokowi meminta jajaran pemerintahan waspada, terutama dalam menghadapi libur Natal dan tahun baru (Nataru) mendatang.

"Kita ketahui bahwa di Eropa kasus konfirmasinya hampir semuanya naik sehingga, arahan Bapak Presiden, kita harus hati-hati dan waspada terutama menghadapi Nataru ini," kata Budi Gunadi dalam jumpa pers virtual yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (22/11/2021).

"Kami melaporkan bahwa di Eropa kenaikannya hampir semuanya disebabkan oleh varian Delta atau anak varian Delta atau cucu varian Delta," imbuhnya.

Budi juga melaporkan negara yang pernah mengalami kenaikan kasus Corona akibat varian Delta saat ini dalam kondisi landai kasus Corona. Negara itu antara lain India, Afrika Selatan, dan Indonesia.

"Kami juga melaporkan bahwa banyak negara yang sudah terkena varian Delta sampai sekarang masih landai, contohnya India, yang dulu puncaknya pernah terkena Delta sekarang masih landai sesudah 195 hari. Contohnya juga Afrika Selatan pernah kena Delta juga, sekarang melandai sudah 134 hari, Indonesia 124 hari, Maroko 101 hari, dan Jepang 86 hari," jelasnya.

Namun Budi menyebut ada satu negara yang pernah mengalami kenaikan kasus Corona akibat varian Delta saat ini menunjukkan tren kenaikan kasus. Negara itu adalah Sri Lanka.

"Tapi kita juga melihat ada satu negara, yaitu Sri Lanka, yang sudah peak-nya kena Delta, sekarang sudah mulai ada kenaikan. Nah, semua gerakan atau kejadian di negara di luar negeri ini kita pelajari dengan ketat, kita awasi dengan ketat, dan kita laporkan kepada Bapak Presiden agar membuat kita tetap waspada, terutama di masa Nataru ini," tuturnya.


(rdp/imk)