KPK Telusuri Aliran Dana Diduga Suap Bupati Kuansing Nonaktif

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 09:26 WIB
Ali Fikri
Plt Jubir KPK Ali Fikri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK memeriksa staf PT Adimulya Agrolestari, Riana Iskandar dan Rudi Ngadiman alias Koko, terkait kasus dugaan suap perizinan sawit di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. KPK mencecar keduanya soal aliran dana yang diduga suap ke Bupati Kuansing nonaktif Andi Putra.

"Para saksi dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan aliran sejumlah dana baik yang diterima oleh tersangka AP maupun oleh pihak-pihak terkait lainnya dalam pengurusan izin HGU PT AA (Adimulia Agrolestari)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (23/11/2021).

KPK memeriksa kedua saksi itu pada Senin (22/11). Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andi Putra dkk.

Andi Putra ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap terkait perizinan perkebunan dari Sudarso sebesar Rp 700 juta. Suap itu diduga diberikan untuk memperpanjang hak guna usaha (HGU) perusahaan milik Sudarso.

"Diduga telah dilakukan pemberian pertama oleh SDR (Sudarso) kepada AP (Andi Putra) uang sebesar Rp 500 juta. Lalu, pada tanggal 18 Oktober 2021, SDR juga diduga kembali menyerahkan kesanggupan itu kepada AP menyerahkan uang sekitar Rp 200 juta," ujar Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, Selasa (19/10).

Akibat perbuatannya tersebut, Sudarso disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Andi Putra selaku tersangka penerima dijerat Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Selanjutnya bukti-bukti tersebut akan dicocokkan keterkaitannya dengan perkara ini dan dilakukan penyitaan untuk melengkapi berkas perkara tersangka AP dkk," katanya.

Lihat juga video 'Segera Disidangkan! KPK Susun Surat Dakwaan Azis Syamsuddin':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/haf)