3 Pekan Banjir di Labura Sumut Belum Surut, BPBD Ungkap Penyebabnya

Ahmad Fauzi Manik - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 23:25 WIB
Banjir di Labura Sumut (Dok istimewa)
Banjir di Labura Sumut (Dok. Istimewa)
Labuhanbatu Utara -

Sedikitnya tiga desa di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut), hingga kini masih mengalami banjir. Bencana ini menyebabkan warga harus menggunakan sampan sebagai alat transportasi.

Ketiga desa tersebut antara lain Desa Sono Martani Kecamatan Kualuh Hulu, Desa Sialang Taji Kecamatan Kualuh Selatan, dan Desa Teluk Binjai Kecamatan Kualuh Hilir. Ketinggian air sekitar 1-1,5 meter.

"Ya masih banjir. Tiga daerah itulah (Sialang Taji, Sono Martani, Teluk Binjai) yang masih agak tinggi. Tapi ini mudah-mudahan sudah mulai surut lah," kata Kepala BPBD Labura Abdi Yoso ketika dimintai konfirmasi, Senin (22/11/2021).

Abdi mengatakan banjir di Desa Sono Martani dan Desa Teluk Binjai diakibatkan oleh limpahan air (kiriman) dari daerah di atasnya, yaitu daerah di bagian hulu dari sungai yang ada dua desa tersebut.

"Karena dia di bagian hilir, ya begitu air yang dari disini surut mengalirnya ke sana," terang Abdi.

Abdi menjelaskan, kiriman air itu menyebabkan permukaan air di wilayah hilir menjadi tinggi (banjir). Di sisi lain, tingginya curah hujan yang terjadi belakangan ini mengakibatkan kiriman air terus saja datang, sehingga menyebabkan banjir tak kunjung surut.

Sementara untuk banjir di Desa Sialang Taji, Abdi mengatakan penyebabnya adalah pecahnya tanggul (benteng) Sungai Kualuh yang ada di Desa tersebut. Akibatnya, air dari sungai Kualuh mengalir menuju pemukiman warga.

"Udah ditanggulangi udah (tanggul yang jebol). Udah mulai surut lah ini, sikit," ucap Abdi.

Akibat banjir yang tak kunjung surut tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labura telah mendirikan dapur umum di tiga desa tersebut. Termasuk mendirikan posko medis.

Seorang warga Desa Sialang Taji, Tagor Tampubolon, mengatakan banjir di desanya telah terjadi selama 3 pekan terakhir. Penyebabnya adalah tanggul di 3 dusun berbeda jebol dihantam air Sungai Kualuh.

"Tanggul pertama yang jebol ada di Dusun Pangumoan pada 3 November lalu, lalu tanggul di Kilang Samin, 4 November. Terus yang ketiga tanggul di Kampung Selamat pada 17 November lalu," kata Tagor.

Tagor mengatakan Desa Sialang Taji merupakan daerah langganan banjir di Labura. Penyebabnya nyaris selalu sama, yaitu tanggul jebol.

Tanggul di Dusun Pangamoan dan Kilang Samin bahkan sudah berkali-kali jebol. Sebelum ini, terakhir kedua tanggul tersebut jebol pada 28 April tahun lalu, yang mengakibatkan 8 dusun lainnya ikut terendam banjir.

"Banjir tahun ini merupakan banjir yang terparah dan terlama yang pernah terjadi di Desa Sialang Taji. Sebelumnya tidak pernah selama ini," kata Tagor.

Tagor berharap tanggul jebol yang akan diperbaiki dibangun pemerintah dengan kualitas yang baik. Karena tanggul yang seadanya terbukti telah menyebabkan banjir yang terus berulang.

(isa/isa)