Viral Siswa MTs di Sulut Dikeroyok Teman karena Tolak Ngasih Duit

Trisno Mais - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 17:34 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto ilustrasi pengeroyokan. (dok detikcom)
Bolmut -

Viral di media sosial video siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Khairat Boroko, di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara (Sulut), dikeroyok sejumlah rekannya. Siswa malang itu harus rela dianiaya karena menolak memberikan uang kepada rekannya.

Dalam video yang viral di media sosial, tampak seorang siswa ditendang hingga diinjak 4 rekannya yang mengenakan seragam Pramuka. Pengunggah video di media sosial mengungkap sebab siswa malang itu dikeroyok.

"Minta tolong untuk guru-guru di MTs Al -Khairaat Boroko perhatikan ini murid-murid dulu yang bapukul kita ade (mereka pukul adik saya), tindaki akang dulu (tolong ditindak)," tulis akun Facebook bernama Fira Lasipu.

"Dengan untuk dia pe orang tua ini anak-anak yang bapukul adik saya (untuk orang tua siswa yang keroyok), tolong sekali ngoni (kalian) didik baik-baik anak kalian. Kita pe ade setiap pulang sekolah ba lapor ini anak - anak jaga ba pukul karena nd ja kase doi kong dorang malendong (adik saya setiap pulang sekolah sering lapor, karena tidak memberikan uang dia dipukul)," tambah dia.

Terkait kejadian itu, Kepala MTs Al-Khairaat Boroko Rikson Mokodompis menjelaskan duduk masalah video viral itu. Menurut dia, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (20/11) lalu, tapi telah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Anak-anak hanya ja baku gara (hanya bercanda) yang lain cuman pele (menengarai). Tapi karena berkaus warna biru sudah menyerang ke dua orang yang pele (menengarai) sudah kena pukul, jadi dia balas," kata Rikson.

Rikson menjelaskan tidak ada kasus pemalakan atau permintaan uang terhadap korban. Setelah kejadian itu, pihak sekolah telah melakukan penyelidikan.

"Dibilang minta uang sebenarnya tidak. Saya sudah BAP satu per satu tidak ada. Ada lima orang, korban juga sudah. Kami undang ulang anak-anak diperiksa satu per satu, lalu undangan untuk orang tua," tuturnya.

Setelah video viral itu, pihak sekolah lantas memanggil para siswa guna melakukan penelusuran. Para pihak terkait telah diundang untuk memberikan keterangan.

"Ini saya kemarin karena ketika kejadian sudah viral, kami dari guru turun mengunjungi semua siswa yang menyaksikan. Termasuk orang tua juga kami kunjungi. Ada juga orang tua yang belum tahu kami perlihatkan," tuturnya.

Dia pun berharap insiden tersebut tidak terulang. Menurutnya, karena akan berdampak pada masa depan anak-anak.

"Kekerasan seperti ini tidak dibenarkan terjadi. Kami akan berupaya, karena ini masuk dalam binaannya kami. Saya berpikir pihak-pihak yang punya hak untuk bisa tidak tampil kepada anak," pungkasnya.

(nvl/nvl)