Siaga Merapi
DIY Siapkan 2.941 Tim Medis
Selasa, 25 Apr 2006 22:54 WIB
Yogyakarta - Untuk mengantisipasi terjadinya letusan Gunung Merapi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta (DIY) menyiapkan 2.941 tenaga medis. Mereka akan diterjunkan di wilayah Kabupaten Sleman bila terjadi korban bencana Merapi seperti tahun 1994."Pemda DIY, yakni Dinas kesehatan bersama Pemda Sleman sudah menyiapkan tim medis yang telah siap siaga bila terjadi bencana Merapi," kata Kepala Pelayanan Medis Dinas Kesehatan Propinsi DIY, dr. Farida, kepada wartawan di Kepatihan Yogyakarta, Selasa (25/4/2006).Dia menuturkan tim medis yang disiapkan terdiri tenaga medis dan dokter beserta perlengkapan yakni Rumah Sakit Lapangan dengan obat-obatan lengkap. Total tenaga kesehatan yang disiapkan sebanyak 2.941 orang terdiri 1.228 dokter baik dokter umum, dokter gigi dan dokter spesialis ditambah 1.713 tenaga media termasuk bidan dan perawat."Semua tenaga kesehatan itu berasal dari Puskesmas, Dinas Kesehatan Sleman dan Rumah Sakit yang ada di Sleman serta rumah sakit swasta yang tergabung dalam Brigade Siaga Bencana (BSB) Yogya," ujarnya.Selain itu, Pemerintah Provinsi DIY juga telah menyiapkan sebanyak 39 dokter yang berasal dari Bapelkes, Laboratorium Kesehatan dan Balai Pengobatan Paru-paru. Tenaga medis masih ditambah sekitar 76orang Perawat dan Bidan. Sedang untuk bidang farmasi yaitu Apoteker dan Asisten Apoteker, Kabupaten Sleman menyiapkan sekitar 116 orang ditambah dari Provinsi sebanyak 21 orang. Ahli gizi Sleman telah mempersiapkan sebanyak 36 orang dan Provinsi DIY 9 orang. Tenaga ahli sanitasi lingkungan dari Kabupaten Sleman sebanyak 46 orang, dan Provinsi DIY 18 orang. "Apabila jadi meletus, untuk menangani pengungsi dan korban akan ditambah tenaga teknisi medis yang terdiri tenaga analisis Kesehatan, penata Rontgen dan anestesi serta fisioterapi sebanyak 43 orang dari Sleman dan DIY sebanyak 44 orang," ungkapnya.Untuk obat-obatan, Pemprov DIY menyiapkan obat-obatan untuk persediaan dan mem-back up kebutuhan Rumah Sakit Lapangan senilai Rp 172 juta. Farida menambahkan untuk rumah sakit lapangan akan didirikan di Kecamatan Cangkringan yang berdayatampung 200 orang. Untuk wilayah Turi akan menggunakan RSUD Sleman di Morangan. Sedang wilayah Pakem dipersiapkan Rumah Sakit Panti Nugroho. Untuk korban yang memerlukan rujukan, akan langsung dibawa RSU Dr Sardjito, RSU Bethesda, RSU Panti Rapih dan RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
(ton/)











































