Jam Berapa Gerhana Matahari Cincin Hari Ini dan Apa Dampaknya?

Jam Berapa Gerhana Matahari Cincin Hari Ini dan Apa Dampaknya?

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Selasa, 17 Feb 2026 16:37 WIB
The moon moves across the sun during an annular solar eclipse seen from Tahai, Rapa Nui, or Easter Island, Chile, Wednesday, Oct. 2, 2024. (AP Photo/Esteban Felix)
Ilustrasi gerhana matahari cincin (Foto: AP/Esteban Felix)
Jakarta -

Gerhana Matahari Cincin terjadi hari ini, Senin, 17 Februari 2026. Fenomena astronomi ini menjadi perhatian karena memiliki fase tertentu dari awal hingga puncak gerhana yang berlangsung dalam beberapa jam.

Meski begitu, tidak semua wilayah dapat menyaksikan Gerhana Matahari Cincin Februari 2026 secara langsung. Lalu, jam berapa gerhana berlangsung dan apa dampaknya bagi kondisi di Bumi? Berikut informasi lengkapnya.

Waktu Gerhana Matahari Cincin

Merujuk Almanak 2026 yang diterbitkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Gerhana Matahari Cincin terjadi pada 17 Februari 2026 dengan beberapa tahapan waktu dalam Universal Time (UT).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gerhana sebagian mulai terjadi pada pukul 09.56.14 UT atau sekitar pukul 16.56 WIB. Selanjutnya, fase cincin dimulai pukul 11.42.37 UT atau sekitar pukul 18.42 WIB. Puncak Gerhana Matahari Cincin berlangsung pada pukul 12.11.44 UT atau sekitar pukul 19.11 WIB. Setelah itu, fase cincin berakhir pukul 12.41.21 UT atau sekitar pukul 19.41 WIB, dan gerhana sebagian berakhir pukul 14.27.29 UT atau sekitar pukul 21.27 WIB.

BMKG menyebutkan fenomena ini tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia karena jalurnya melintasi Antarktika, sebagian kecil Afrika bagian selatan, dan sebagian kecil Amerika Selatan.

ADVERTISEMENT

Dampak Gerhana dan Peringatan BMKG

Sehubungan itu, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi yang bertepatan dengan periode Gerhana Matahari Cincin. Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam Ramlan Djambak mengatakan fenomena gerhana memang tidak dapat disaksikan di Indonesia, termasuk di wilayah Kepulauan Riau, namun kondisi gelombang laut masih relatif tinggi.

"Gelombang di sebagian wilayah Kepri, terutama Anambas dan Natuna, masih cukup tinggi karena angin Muson Barat masih aktif atau Angin Utara kalau di Kepri menyebutnya," kata Ramlan, seperti dilansir kantor berita Antara, Jumat (13/2/2026).

Ia menjelaskan gerhana tidak berpengaruh langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah tersebut karena fenomena ini terjadi secara periodik. Namun, kecepatan angin yang cukup tinggi telah berdampak pada peningkatan gelombang laut dan diperkirakan masih berlangsung hingga 17 Februari 2026. Karena itu, BMKG mengimbau nelayan dan operator transportasi laut agar memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum berlayar, terutama di wilayah Anambas dan Natuna.

Tonton juga video "Ada Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025, Simak Faktanya"

(wia/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads