Agenda SBY di Saudi
Menarik Investasi Miliaran Dollar Hingga Mencegah Terorisme
Selasa, 25 Apr 2006 22:15 WIB
Riyadh - Meningkatkan investasi Saudi Arabia, perlindungan tenaga kerja, memperlancar jamaah haji Indonesia, penyelesaian Palestina secara adil dan mencegah terorisme, menjadi agenda utama Presiden SBY dalam lawatannya ke Saudi Arabia. Agenda utama tersebut dikemukakan Presiden SBY, Selasa (25/4/2006) pukul 16.30 WIB di atas pesawat kepresidenan Airbus A-330, dalam perjalanan menuju Riyadh, Saudi Arabia. SBY menyampaikan agendanya tepat ketika pesawat berada di atas perairan India. Berikut rincian penjelasan SBY sebagaimana dilaporkan wartawan detikcom, Budiono Darsono yang mengikuti lawatan Presiden SBY ke Timur Tengah:Sekali kita keluar meninggalkan tanah air selama 9 hari, akan sangat bermakna bagi saya. Sebab tugas-tugas di dalam negeri tidak akan ada habis habisnya. Oleh karena itu, perjalanan kita 9 hari ini, harus bisa ada yang kita peroleh untuk kepentingan bangsa dan negara. Bidang-bidang yang akan saya bicarakan dengan Raja Saudi nanti, antara lain bidang investasi. Invstasi Saudi Arabia di Indonesia pada 2004 mencapai lebih dari USD 3 miliar. Tahun 2005 susut sedikit, tapi masih tinggi, sekitar USD 2 miliar. Kita ingin mempertahankan dan meningkatkan investasi. Kita mengundang untuk investasi di bidang energi, agrobisnis, infrastuktur, dan lain-lain.Perdagangan kita dengan Saudi juga mengalami peningkatan 40%. USD 3,3 miliar pada 2005 dari USD2,3 miliar pada 2004. Kita harapkan nilai perdagangan itu bisa kita tingkatkan, meskipun surplusnya ada pada Saudi Arabia, sebab kita mengimpor minyak dari Aramco dalam jumlah yang tidak kecil.Kita akan dorong agar Saudi Arabia membuka pasarnya untuk ekspor kita. Peluangnya besar. Saudi berpenduduk 26 juta namun GDP-nya hampir USD 280 miliar dengan income per kapita USD 11.000. Saya kira kalau kita bisa memelihara kesinambungan dari komoditas kita tekstil, kertas, plywood, dll, mudah mudahan Saudi Arabia bisa menjadi pasar yang menjanjikan, meskipun ada aturan aturan perdagangan dan kita juga tahu, sejak Desember 2005 Saudi Arabia telah menjadi bagian dari WTO.Saudi Arabia juga telah melakukan reformasi. Ada UU ekonomi, UU investasi, UU Haki, dll. Open to the world. mudah mudahan kita bisa memfaatkan iklim baru di Saudi Arabia. Di bidang energi, mudah-mudahaan ada pelunakan dari term pembayaran kita. Mudah mudahan akan lebih longgar lagi. Sebab kalau kita impor 120 ribu barrel per hari lalu bayarnya bulan depan, itu sangat mengikat. Syukur-syukur akan ada pelunakan lagi. Mudah mudahan dengan melalui ADB akan ada format pembayaran yang lebih baik lagi. Kita juga akan mengundang untuk sebuah pembangunan refinery. Kalau itu bisa dibangun akan sangat bagus. Saudi Arabia itu punya uang di luar, jumlahnya itu tidak terbatas, ratusan miliar dolar AS. Kalau kita pandai-pandai membangun kerja sama, kapital akan ada, membangun refinery, minyaknya dari sana, kita olah, dijual untuk konsumsi dalam negeri ataupun di jual ke Asia Timur, saya kira itu sebuah kegiatan yang baik. Tenaga KerjaKita akan berterima kasih, 370 ribu tenaga kerja kita ada di Saudi Arabia. 2/3 di antaranya perempuan, 1/3 sisanya laki laki. Kita berterima kasih atas lapangan kerja yang diciptakan Saudi Arabia. Meskipun begitu kita tetap harus merumuskan perlindungan tenaga kerja kita yang lebih baik lagi. Ada asuransi, dll. Pendek kata kita ingin meningkatkan kerja sama yang lebih bagus lagi. Bidang PendidikanAda 159 mahasiswa kita yang menuntut ilmu di Saudi. kita ingin terus dilakukan kerja sama yang lebih baik di bidang pendidikan. Saudi Arabia telah melakukan reformasi pendidikan, meninjau kurikulumnya, kemudian bahan-bahan ajarannya, mengajarkan Islam secara benar, mengembangkan garis moderat, dll. Saya kira kita perlu mengembangkan kerja sama dengan Saudi Arabia. Saya nanti akan menawarkan kerja yang baik antar-ulama, antar-cendekiawan Islam, supaya kita bisa bersama-sama dengan Saudi Arabia, untuk sebuah pencerahan, sebagaimana yang kita dambakan bersama. Saya juga sudah bicara dengan Perdana Menteri Turki, dengan Perdana Menteri Malaysia, membahas hal itu.Penanganan Kriminalitas dan terorismeSaudi Arabia dan Indonesia adalah korban dari terorisme. Kedua negara berusaha keras untuk mencegah tindak terorisme. Kita berusaha mengatasi, dengan menguak persoalan mendasar, mengapa terorisme terjadi. Dalam hal itulah kita bisa bekerja sama. Pada September 2005 dalam sebuah konferensi di Riyadh, yang menghasilkan deklarasi Riyadh, yang menyatakan bahwa terorisme tidak boleh dikaitkan dengan agama, dengan suku. Dengan semangat itulah kita akan menjalin kerja sama sebaik-baiknya. King Abdullah sendiri memberi perhatian yang tinggi menghadapi kejahatan transnasional dan terorisme. Ibadah HajiIbadah haji makin baik makin baik. Jamaah haji kita tiap tahun mencapai 200 ribu. Kita akan menyarankan tambahan gate khusus untuk jamaah haji kita sehingga bisa lebih lancar lagi pengaturannya.PalestinaKita juga akan membicarakan soal penyelesaian Palestina yang adil. Palestina menjadi negara merdeka sesuai dengan dukungan rakyat dan pemerintah Indonesia. Kita tahu ada pemerintahan baru di Palestina dan juga di Israel. Kita berharap ada solusi yang bagus sesuai dengan konvensi PBB, sesuai dengan roadmap yang telah ditentukan. Saya sudah bicara dengan DR Nabiel Saad, mantan wakil PM Palestina di Jakarta.Kita menawarkan diri menjadi bagian dari forum di luar kuartet Uni Eropa, Amerika, PBB dan Rusia. Kita, Indonesia, bersama negara lain, Turki, Saudi Arabia, Insya Allah bisa ikut berkontribusi. Kita juga tidak setuju bantuan untuk Palestina dihentikan. Mari kita memberi kesempatan kepada Hammas dan Presiden Mamood Abbas sendiri untuk melanjutkan misinya, dengan harapan Israel memiliki niat yang baik untuk menyelesaikan persoalan Palestina dengan sebaik-baiknya. Kita juga harus menggalang dukungan agar Palestina bisa diselesaikan secara adil. Dan kita berharap jangan lagi ada kekerasan kekerasan di Palestina. Kita juga akan membahas bagaimana OIC (Organization of Islamic Conferences) bisa meningkatkan solidaritas dan to do more. Banyak negara-negara Islam yang mengalami persoalan. Di Sudan, di beberapa negara di Afrika, alangkah bagusnya kalau ada resourses di OIC yang bisa dipergunakan untuk membantu negara negara Islam yang memang memerlukan bantuan itu. Ibadah UmrohInsya Allah nanti kita bisa melaksanakan ibadah Umroh. Mari kita doakan rakyat kita, kita doakan bangsa kita, sebab perjuangan, tantangan dan permasalahan yang kita hadapi, kalau kita khusuk, Insya Allah, Allah akan memberikan jalan bagi kita untuk menyelesaikan masalah masalah yang kita hadapi.
(bdi/)











































