Cerita Polisi Ikut Bantu Cari Bocah yang Sempat Hilang di Depok

Marteen Ronaldo - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 09:06 WIB
Lokasi Bocah Hilang yang Disebut Dibawa Wewe Gombel Depok (Foto: Muhammad Hanafi Aryan/detikcom)
Foto: Lokasi Bocah Hilang yang Disebut Dibawa Wewe Gombel Depok (Foto: Muhammad Hanafi Aryan/detikcom)
Jakarta -

Warga Tapos, Depok Jawa Barat (Jabar) digegerkan dengan peristiwa bocah laki-laki yang hilang secara misterius selama dua hari. Bocah 6 tahun tahun ini akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di semak-semak dalam kondisi lemas di semak-semak.

Humas Polsek Cimanggis, Iptu Nanang menceritakan pihaknya, yakni Bhabinkamtibmas setempat ikut dalam pencarian si anak usai RT dan RW melapor.

"Lapornya bukan ke Polsek. Dia lapornya ke Bhabinkamtibmas, (Pal Sugiyarto) ya kan. Waktu itu yang laporan Pak RT dan Pak RW, pas pagi kebetulan pagi itu Pak Giyarto ada piket di Polsek (Cimanggis)," kata Nanang kepada wartawan, Minggu (21/11/2021).

Nanang mengatakan pengurus lingkungan di tempat tinggal bocah tersebut meminta bantuan tim search and rescue (SAR) kepada polisi. Namun di hari pertama pencarian, hasilnya nihil dan keluarga mendesak agar anjing pelacak dikerahkan.

Namun, sambung Nanang, pihaknya tak langsung mendatangkan anjing pelacak lantaran. Alasannya, hari itu cuaca hujan dan kondisi tanah yang basah akan menghilangkan jejak kaki dan aroma si anak.

"Karena sore itu hujan, kalo mendatangkan anjing pelacak, karena cuaca kan udah berubah, jadi entar tapak kaki atau baunya akan hilang. Jadi mubazir, buang-buang biaya," sebutnya.

Masih kata Nanang, sembari mencari si anak hilang, Bhabinkamtibmas menerangkan jika kehilangan lebih dari 1 x 24 jam maka keluarga dipersilakan melapor ke polisi. Saat itu keluarga dan pengurus lingkungan meminta saran soal melibat 'orang pintar' karena warga menganggap lokasi hilangnya bocah laki-laki itu terkenal angker.

"Ayo kita cari rame-rame sama warga, kita share ayo kita cari rame-rame, kalo emang entar 1X24 jam tidak ada, keluarganya silahkan lapor ke polsek," tutur dia.

"Ada masukan bahwa hutan itu gawat, banyak dedemit-nya, mistis. Kepolisian dimintai saran bagaimana kalau kita ikhtiarnya mendatang kan orang pintar, thirakat, hal itu tidak jadi masalah," lanjut Nanang.

Nanang tak menjelaskan lebih lanjut soal sempat atau tidaknya orang tua korban membuat laporan usai 1 x 24 jam masa hilang si anak. Nanang juga tak menjelaskan tanggapan polisi perihal saran menghadirkan 'orang pintar'

"Paginya sekitar pukul 06.00-an, kepolisian dihubungi Pak RT dan RW, bahwasanya anak itu alhamdulillah udah ditemukan, 'dikembalikan' (makhluk halus) di tengah sawah," ucap Nanang.

Nanang belum menyampaikan rencana penyelidikan lebih lanjut terkait ada atau tidaknya unsur pidana yang menyebabkan si anak hilang misterius selama dua hari. Warga meyakini si anak yang berkebutuhan khusus tersebut diculik makhluk halus.

Lihat juga video 'Napak Tilas dan Kesaksian Bocah Hilang di Gunung Guntur':

[Gambas:Video 20detik]