Kian Mesra Prabowo, Megawati dan Puan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 06:30 WIB
Pertemuan Megawati dan Prabowo dibikin hangat kedatangan Puan Maharani (Dok. PDIP).
Foto: Pertemuan Megawati dan Prabowo dibikin hangat kedatangan Puan Maharani (Dok. PDIP).

Tanggapan Gerindra

Bagi Gerindra, pertemuan Prabowo, Megawati dan Puan adalah silaturahmi. Gerindra merasa silaturahmi dengan PDIP selalu terjaga.

"Saya belum sempat bertemu Pak Prabowo setelah pertemuan tersebut, sehingga tidak tahu persis detail isi pembicaraan beliau-beliau. Pertemuan tersebut adalah bentuk silaturahmi yang amat baik seperti yang selama ini selalu terjaga," ucap Wakil Ketua Umum Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Jumat (19/11/2021).

Prabowo dengan Megawati dan Puan memang dekat sejak dulu. Pertemuan segitiga elite politik itu selalu seru berselimut canda.

"Pak Prabowo sejak dahulu memang dekat dan akrab dengan Bu Mega dan Mbak Puan. Kalau bertemu pasti seru dan diwarnai tawa dan canda," ujar Habiburokhman.

Partai berlambang kepala burung garuda itu membuka lebar-lebar pintu koalisi dengan PDIP. Meski pisah jalan di 2014, Gerindra dan PDIP tidak pernah bermusuhan secara ideologi.

"Soal kemungkinan koalisi di 2024 sangat terbuka sekali, PDIP dan Gerindra punya sejarah pertemanan yang panjang. Kami pernah kerja sama di 2009 dan pernah berbeda pilihan di 2014 dan 2019. Tetapi kami tidak pernah bermusuhan secara ideologi dengan mereka," papar Habiburokhman.

Namun, 2024 masih hitungan tahun. Gerindra kini sedang menikmati kehangatan berkoalisi dengan PDIP, dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentunya.

Pertemuan Megawati, Prabowo dan Puan dinilai spesial jika dibandingkan pertemuan dengan tokoh koalisi lain.

Hubungan Megawati dengan Prabowo di periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi dinilai berbeda dari sebelumnya. Selalu ada pesan politik di balik pertemuan mereka.

"Secara umum, pertemuan itu menegaskan satu hal penting tentang kemesraan segitiga elite politik antara Ketum PDIP, Ketum Gerindra plus Menhan, dan Ketua DPR," kata Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, kepada wartawan, Jumat (19/11/2021).

"Di periode kedua Jokowi, hubungan Mega dengan Prabowo terlihat begitu spesial dibandingkan dengan pertemuan dengan tokoh lain. Terlihat berbeda dan selalu ada pesan politik simbolik yang pastinya dikaitkan dengan Pilpres 2024," imbuhnya.