Polisi Buka Suara soal Bocah Sempat Hilang di Depok Bikin Geger

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Minggu, 21 Nov 2021 23:56 WIB
Lokasi Bocah Hilang yang Disebut Dibawa Wewe Gombel Depok (Foto: Muhammad Hanafi Aryan/detikcom)
Foto: Lokasi Bocah Hilang di Depok (Foto: Muhammad Hanafi Aryan/detikcom)
Jakarta -

Kepolisian Polsek Cimanggis, Depok angkat bicara terkait hilangnya seorang bocah berusia 6 tahun selama 2 hari di kampung Campedak, Tapos, Depok, Jawa Barat. Pihak Polsek Cimanggis, melalui humasnya, Iptu Nanang membenarkan berita kehilangan seorang bocah

"Iya, kan intinya gini, saya juga sudah nelusuri Pak Giyarto (Bhabinkamtibmas), Pak RT 02, Pak RW 05, intinya memang terjadi anak hilang," ujar Nanang pada Minggu (21/11/2021).

Namun dia menegaskan bahwa laporan berita kehilangan tersebut belum disampaikan pihak keluarga ke Polsek Cimanggis. Namun hal ini dilaporkan ke Bhabinkamtibmas yang sedang bertugas di Polsek.

"Lapornya bukan ke Polsek. Dia lapornya ke Bhabinkamtibmas, (Pal Sugiyarto) ya kan. Waktu itu yang laporan Pak RT dan Pak RW, pas pagi kebetulan pagi itu Pak Giyarto ada piket di Polsek (Cimanggis)," lanjutnya.

Saat itu pihak RT dan RW meminta saran kepada Pak Giyarto terkait kehilangan bocah tersebut untuk didatangkan Tim Pencarian, karena pihak kepolisian memiliki kendaraan taktis pemadam kebakaran.

"Kebetulan saya ini ada rantis damkar, monggo silahkan," sebut Iptu Nanang.

Setelah pencarian menggunakan damkar, bocah tersebut tidak juga ditemukan dan pihak keluarga ingin didatangkan anjing pelacak. Namun hal ini tidak dianjurkan oleh pihak kepolisian mengingat jejak bocah tersebut luntur karena air hujan.

"Karena sore itu hujan, kalo mendatangkan anjing pelacak, karena cuaca kan udah berubah, jadi entar tapak kaki atau baunya akan hilang. Jadi mubazir buang-buang biaya," sebutnya.

Saat itu pihak kepolisian juga memberikan saran, jika sampai 1X24 jam belum ditemukan, dipersilahkan untuk membuat laporan kehilangan orang di Polsek.

"Ayo kita cari rame-rame sama warga, kita share ayo kita cari rame-rame, kalo emang entar 1X24 jam tidak ada, keluarganya silahkan lapor ke polsek," ungkapnya.

Pihak RT, RW dan keluarga juga sempat meminta saran kepada kepolisian terkait bantuan orang pintar, mengingat daerah hilangnya merupakan daerah semak belukar yang mistis.

"Ada masukan bahwa hutan itu gawat, banyak dedemitnya, mistis. Kepolisian dimintai saran bagaimana kalau kita ikhtiarnya mendatang kan orang pintar, thirakat, hal itu tidak jadi masalah," pungkasnya.

Pada Jumat (19/11/2021) pihak kepolisian akhirnya menerima laporan bahwa bocah tersebut berhasil ditemukan warga.

"Paginya sekitar jam 6an, kepolisian dihubungi Pak RT dan RW, bahwasanya anak itu alhamdulillah udah ditemukan, dikembalikan di tengah sawah," tutupnya.

Lihat juga video 'Napak Tilas dan Kesaksian Bocah Hilang di Gunung Guntur':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)